Yayasan Satu Keadilan (YSK) Kecamatan Kemang dan Metamorfosis Untuk Kesetaraan bekerjasama dengan sejumlah lembaga dan instansi, mengunjungi lokasi bencana sekaligus memberikan bantuan logistik untuk para korban dan pengungsi di Desa Pasir Madang Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Selasa (14/1/2020).

YSK bersama Metamorfosis dan Sejumlah Lembaga Berikan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

BOGOR-KITA.com, KEMANG – Yayasan Satu Keadilan (YSK) yang berkantor di Desa Kemang Kecamatan Kemang bersama lembaga masyarakat non pemerintah (NGO) Metamorfosis untuk Kesetaraan, serta beberapa lembaga dan instansi lainnya seperti Pemerintah Kecamatan Bojong Gede, Universitas Bung Karno (UBK), PMII Unusia dan Puskesmas Bojong Gede melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana alam di wilayah bagian barat Kabupaten Bogor.

Syamsul Alam Agus, seorang perwakilan dari YSK mengatakan, kunjungan dilakukan untuk menyalurkan berbagai bantuan moril dan materiil sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para korban musibah bencana alam tersebut. Dia menjelaskan, sebelumnya pihak YSK dan Metamorfosis telah melakukan survey dan koordinasi dengan posko induk penanggulangan bencana serta relawan yang sudah ada di lokasi bencana. “Jadi sebelumnya kami telah melakukan assessment tentang kebutuhan para korban terutama perempuan dan anak, mendata pengungsi dan mencari lokasi untuk penyaluran bantuan,” ujar pria yang akrab disapa Bang Alam ini.

Sementara Sofia, Ketua NGO Metamorfosis untuk Kesetaraan mengungkapkan, bantuan untuk para korban telah disalurkan pada Selasa, 14 Januari 2020 kemarin. Dia mengungkapkan, bantuan yang dikirimkan di antaranya lauk pauk, mie instan, kebutuhan wanita dan anak-anak, lampu, kabel, terpal, tambang, tong plastik, kompor gas serta tabung gas dan lainnya. “Semua bantuan tersebut diberikan kepada para korban melalui 2 posko penyaluran bantuan, yaitu di SD 04 Pasir Madang dan SMP Pasir Madang,” ungkapnya.

Ofie sapaan akrabnya menambahkan, selain itu pihaknya juga membuat dapur umum yang melibatkan partisipasi warga pengungsi, melakukan trauma healing bagi anak – anak dengan membuat permainan seperti ular tangga, puzzle, ngobrol, dongeng dan musik sambil dengan diberikan hadiah alat tulis. “Kami juga melakukan bersih-bersih sampah dan membuat tempat sampah serta membuat WC umum,” pungkasnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *