Kota Bogor

Teken Kontrak Kinerja, Direksi Tirta Pakuan Pasang Target, Pelayanan 24 Jam

Direksi dan Dewan Pengawasan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menandatangani kontrak kinerja dan surat pernyataan di hadapan Sekda Syarifah Sofiah di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Jumat (4/12/2020).

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Direksi Perumda  bersama dengan Dewan Pengawasan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menandatangani kontrak kinerja dan surat pernyataan di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Jumat (4/12/2020).

Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan ini berisi harapan-harapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada jajaran direksi yang belum lama dilantik dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Tugas PDAM cuma satu, memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan.

Rino mengatakan, jika pelayanan air minum belum bisa 24 jam, maka Perumda Tirta Pakuan belum bisa memenuhi harapan pelanggan. Tak ayal, di kepemimpinannya ini, pihaknya menargetkan cakupan layanan 24 jam di seluruh wilayah Kota Bogor.

Baca juga  Disparbud Kota Bogor Sosialisasi Sertifikasi CHSE kepada Hotel dan Restoran

Saat ini, menurutnya hanya tinggal sebagian kecil wilayah di Kota Bogor yang pelayanannya belum 24 jam.

“Ada sekitar satu sampai dua persen dari 165 ribu pelanggan dan ini akan kami optimalkan jaringan pipanya supaya bisa memperoleh pelayanan 24 jam,” imbuh Rino.

Terkait dengan tingkat kebocoran yang masih di angka 32 persen, Rino mengatakan, harus dilakukan identifikasi terlebih dahulu, mana yang paling besar menyumbang kebocoran dengan mengukur kemampuan Perumda Tirta Pakuan menurunkan kebocoran ke berapa persen per tahun.

“Mudah-mudahan bisa kejar target nasional kebocoran hanya 20 persen atau menurunkan 12 persen dalam beberapa tahun kedepan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, saat pelantikan Direksi Perumda Tirta Pakuan ada pesan khusus yang disampaikan Wali Kota dengan langsung turun ke sungai.

Baca juga  Dompet Dhuafa Berbagi Keceriaan di Hari Kanker Anak se-Dunia

Pasalnya, setiap tahun Perumda Tirta Pakuan selalu dituntut hak yang sama yakni pelayanan, pengurangan tingkat kebocoran dan kinerja.

“Bagaimana membuat daerah tangkapan air, sanitasi masyarakat, Ipal komunal, ini saling berkaitan antara satu sama lain. Tirta Pakuan  tidak berdiri sendiri, ada hal lain seperti lingkungan, ekosistem, sosial masyarakat. Ke depan tantangan akan lebih banyak. Saya yakin dengan dewan pengawas dan direksi dari internal dalam PDAM, bisa lebih ditingkatkan konsistensi, inovasi dan teknologinya,” pungkasnya. [] Hari/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top