Kab. Bogor

Tebing Longsor Dekat Area Tambang di Rumpin, Jalan Penghubung Desa Terputus

tebing longsor
Tebing longsor di desa Cipinang, Kecamatan Rumpin

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Sebuah tebing dengan kedalaman puluhan meter di wilayah Desa Cipinang mengalami longsor. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 5.00 WIB diduga akibat curah hujan deras yang berturut – turut mengguyur wilayah tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar, tebing itu merupakan sisa eksplorasi galian tambang yang ada di wilayah tersebut. Lokasi terjadinya tebing longsor berada di Kampung Ciater RT 01 RW 07 Desa Cipinang Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Menurut Ahmad Nurhasan, mantan Ketua RW 07 Desa Cipinang, tanda – tanda tebing akan longsor sudah terlihat sejak tahun 2013. Kejadian longsor diduga akibat kontur tanah sudah labil akibat galian tambang yang memiliki kedalaman puluhan meter ditambah ada hujan deras.

Baca juga  Persiapan New Normal, Protokol Kesehatan Disosialisasikan di Pasar Cicangkal

“Tebing longsor berada di dekat area tambang PT. BSM dengan kedalaman sekitar 35 sampai 40 meter. Akibat longsor ini, jalan penghubung antara Desa Cipinang dan Desa Sukasari terputus,” ungkap Ahmad Nurhasan, Selasa (3/8/2021).

Nurhasan, sapaannya melanjutkan, selain jalan desa, longsor mengakibatkan putusnya jalan produksi tambang yang biasa digunakan perusahaan PT BSM. Sementara hingga saat ini, sambungnya, ada 5 keluarga di sekitar lokasi yang mengungsi.

“Kami berharap agar jalan yang terputus segera diperbaiki karena ini akses lalu lintas warga,” tukas Nurhasan.

Sedangkan Sukatma, mantan Kades Cipinang yang datang langsung ke lokasi kejadian menjelaskan, tebing longsor memiliki panjang sekitar 160 meter. Sedangkan dampak longsor, selain membuat rusak jalan desa juga mengganggu sumber air bersih serta rasa aman warga.

Baca juga  Jalan Kabupaten Rusak Parah Dan Jadi "Kolam Bermain" Warga

“Hingga saat ini, beberapa rumah warga juga mengalami retak – retak pada bagian dinding dan ubin. Hingga sekarang belum ada tindakan atau bantuan dari pihak perusahaan (PT. BSM) maupun pemerintah. Warga hanya swadaya membantu warga lainnya yang terdampak longsor,” tutupnya. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top