Kota Bogor

Taman di Kota Bogor Kembali Dibuka, Kecuali Taman Sempur

Taman Sempur

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sempat ditutup selama masa pandemi Covid-19, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membuka taman-taman kota.

Namun, khusus Taman Sempur, Pemkot Bogor belum akan membukanya lantaran warga setempat menolak taman tersebut dibuka.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini Kota Bogor berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, jadi taman kota sudah diperbolehkan dibuka.

“Masih level 1, taman dibuka semua kecuali Sempur,” ucap Bima pada Rabu (17/11/2021).

Meski semua taman di Kota Bogor sudah bisa dibuka, tetapi taman Sempur yang berada di pusat kota masih ditutup, hal itu dikarenakan saat ini warga Sempur masih keberatan dikarenakan masih kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga  Satata Sariksa

“Ya, warga masih keberatan kalau Sempur dibuka tapi pelan-pelan kami sosialisasikan kepada warga. Namun, selain Sempur, taman sudah bisa dibuka dan digunakan dengan kapasitas 75 persen,” kata Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

Bima menjelaskan, taman sebaiknya dipergunakan untuk olahraga, dan tidak dipergunakan untuk berjualan.

“Ya, kalau taman dipakai jualan melanggar, bukan soal Covid-19-nya tapi taman memang untuk olahraga kalau ada yang berjualan nanti berkerumun,” tegasnya.

Terpisah, Lurah Sempur, Dicky Pratama menuturkan, untuk Taman Sempur memang ada penolakan dari sebagian warga Sempur, alasannya adalah dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan massa menjelang pergantian tahun baru, terlebih masih masa pandemi Covid-19 Kota Bogor.

Baca juga  Ini Nasihat Bima kepada HMI

“Ya, memang sebagian warga menolak, tetapi sebagian lagi memperbolehkan. Alasannya ya dikhawatirkan menjadi tempat kerumunan yang berpotensi sebagai tempat penyebaran Covid-19,” tutur Dicky.

Meski begitu, kata Dicky, warga Sempur sepenuhnya menyepakati apabila pembukaan taman Sempur dilakukan usai pergantian tahun 2021 ke tahun 2022.

“Ya, kita tahu apabila ada momen tahun baru, pastinya masyarakat banyak yang mencari tempat nongkrong, dari tahun ke tahun Sempur ini banyak orang nongkrong berkumpul. Jadi setujunya sebagian warga itu usai tahun baru. Warga tidak sepenuhnya menolak tetapi menunda waktu bukanya saja. Kekhawatiran warga mungkin sudah disampaikan ke kami, ada warga juga yang menyampaikan aspirasinya ke wali kota,” tutupnya. [] Ricky

Baca juga  Ribuan Warga dan Ustadz Arifin Berdoa Bersama di Mapolres Bogor
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top