sopir konvensional melakukan audiensi ke dishub kota Bogor

Sopir Angkot Konvensional Kembali Protes Pengoperasian Angkot Modern

BOGOR-KITA.com – Angkutan Kota modern yang sempat diberhentikan sementara oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, hari ini telah kembali beroperasi di Trans Pakuan Koridor (TPK) 4 jurusan Ciparigi – Ciawi, Senin (12/11/18).

Namun, kembali beroperasinya angkot modern yang dilengkapi WiFi dan  AC, masih tidak diterima oleh sejumlah sopir angkot terutama para sopir angkot 01 jurusan Ciawi-Baranangsiang dan angkot 09 jurusan Sukasari-Warung Jambu.

Penolakan ini merupakan kali kedua, sebelumnya pada Selasa (30/10/2018) para sopir angkot konvensional telah melakukan protes dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Sebelumnya, saat angkot modern sampai di Ciawi, para sopir sudah menunggu dan diduga akan melakukan perusakan. Tetapi, dikarenakan ada pengamanan dari Dishub, kepolisian dan TNI, aksi tersebut akhirnya tidak terjadi dan para sopir diarahkan untuk melakukan mediasi di kantor Dishub Kota Bogor.

“Sebelum ada audiensi disposisi antara kami dengan dewan DPRD, kami ingin Angkot Modern jangan dulu berjalan,” tegas Dudung salah satu sopir angkot 01 usai mediasi di kantor Dishub Kota Bogor.

Dudung mengatakan, aspirasi para sopir masih tetap sama seperti sebelumnya yakni memperjuangkan nasib – nasib para sopir. Menurutnya, dengan kehadiran angkot modern para sopir merasa sangat dirugikan.

Lebih lanjut, Dudung mengaku, dirinya bersama para sopir sudah melayangkan surat secara resmi ke DPRD. Namun, belum ada jawabannya. “Kata dewan nanti akan ada disposisi untuk kami. Jadi masih nunggu kapan waktunya,” jelas Dudung.

Dudung menambahkan, adanya aspirasi seperti ini bukan berarti para sopir menghambat pembangunan atau penataan transportasi oleh pemerintah, tetapi sebaliknya para sopir justru sangat setuju jika ada penataan angkot untuk menjadi lebih baik ke depannya.

“Tetapi pemerintah juga harus mengerti keadaan kami. Dulu dinas itu hanya menginformasikan konversi 3:1 yakni dari angkot ke bis.Tapi, sekarang kenapa konversinya 3:2 dari angkot ke angkot lagi. Jadi karena mediasi tadi jawabannya mengambang, ya kami pasrahkan ke masing – masing para sopir. Artinya, jika angkot modern tetap berjalan dan di lapangan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, itu bukan tanggung jawab kami, karena kami sudah diserahkan ke masing – masing sopir maupun pemilik angkot,” kata Dudung yang juga sebagai perwakilan para sopir untuk menjembatani persoalan tersebut kepada Dishub Kota Bogor.

Sementara itu, Kasi Angkutan Dalam Trayek Dishub Kota Bogor, Ari Priyono menegaskan, berdasarkan hasil rapat dan keputusan pimpinan angkot modern harus tetap berjalan.

“Hasilnya tadi ya jalan bareng. Artinya angkot modern berjalan, angkot konvensional juga berjalan,” ungkap Ari.

Terkait dengan antisipasi di lapangan, Ari mengaku nanti akan dibahas terlebih dahulu dengan pimpinan Dishub Kota Bogor. “Nanti dirapatkan dulu dengan pimpinan bagaimana keputusannya. Kami hanya menjalankan saja apa yang diputuskan pimpinan,” pungkas Ari.[]  Fadil



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *