Pemkot Bogor Gelar Sayembara Desain Tugu dan Gapura We Love Bogor

Pemkot Bogor Gelar Sayembara Desain Tugu dan Gapura We Love Bogor

BOGOR-KITA.com – Tahun 2016 Kota Bogor berhasil merebut predikat The Most Loveable City. Mengalahkan Balikpapan, Jakarta, hingga Kota Paris, Kota Bogor menunjukkan diri sebagai kota yang paling dicintai oleh warganya. Namun tidak berhenti sampai disini, sayembara yang digelar oleh Organisasi Dunia World Wild Fun (WWF) ini masih memiliki pekerjaan rumah, yaitu meningkatkan kualitas hidup di Kota Bogor. Guna tidak melupakan prestasi dan pekerjaan rumah yang masih diembannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar sayembara desain tugu dan gapura We Love Bogor.

“Untuk terus mengingatkan warganya bahwa Kota Bogor masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas hidup di perkotaan, maka dibutuhkan adanya figur pengingat kepada masyarakat. Figur pengingat tersebut dapat berupa tugu yang menyatakan kecintaan masyarakat atas Kota Bogor atau yang mengingatkan kepada masyarakat bahwa Kota Bogor telah menjadi The Most Loveable City in the World pada tahun 2016,” pesan Penanggung Jawab sayembara Erna Hernawati, Senin (5/12/2016).

Erna menjelaskan sayembara pembuatan tugu dan gapura juga digelar untuk meningkatkan kecintaan masyarakat atas Kota Bogor, menjadikan kota yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan layak untuk ditinggali. Menurut Erna, upaya untuk menjadi kota yang lebih baik akan lebih mudah untuk dicapai jika masyarakat yang tinggal di dalamnya mencintai kotanya. Jika masyarakat mencintainya maka masyarakat akan dengan ringan tangan bersama-sama dengan stakeholder lainnya berusaha memperbaiki Kota Bogor.

Baca juga  Pemkot Bogor Tetap Terapkan PPDB Online

“Kami mencari desain yang terbaik yang akan merepresentasikan kondisi Kota Bogor yang menjadi Kota yang paling dicintai. Dengan adanya kegiatan sayembara tersebut makan tujuan untuk membuat figure pengingat berupa Tugu dan Gapura dapat terwujud dengan harapan menjadi pengingat bahwa tujuan Kota Bogor masih terus berlanjut bukan hanya sekedar The Most Loveable City (Kota yang Paling Dicintai), tetapi juga “The Most Liveable City” (Kota yang Paling Layak Huni),” papar Erna.

Lebih rinci Erna menjelaskan, lomba sayembara desain tugu dan gapura menyesuaikan tema dan kepatutan lingkungan di sekitar titik lokasi yang akan dibangun tugu dan gapura. Desain yang menang akan dijadikan tugu atau gapura di titik lokasi sebagai berikut :
1. Tugu Taman Depan Terminal Baranangsiang, dengan luas lahan 297.56 m2,
2. Tugu Taman Segitiga Depan Ekalokasari, dengan luas lahan 179,69m2,
3. Tugu Taman Tugu Narkoba (Pintu BORR), dengan luas tanah 663.98 m2,
4. Tugu Taman Pertigaan Jl.Ir.H. Juanda–Jl. Kapten Muslihat, luas lahan 85.3m2,
5. Gapura Selamat Datang Kedung Halang
6. Gapura Selamat Datang Salabenda

Baca juga  Dua Gol Dembele, Bawa Lyon ke Semifinal Liga Champions

Berikut ini Syarat dan Ketentuan Sayembara:
a. Spesifikasi Umum
1. Ide dari Kota Bogor yang menjadi pemenang The Most Lovable City in 2016
2. Bahan material bebas dengan memperhatikan keamanan bahan, daya tahan, dan usia bahan saat dijadikan material tugu / gapura.
3. Teknik pembuatan bebas dengan penjelasan rinci teknis pembuatan dicantumkan dalam uraian desain.
4. Ukuran tugu / gapura serasi dengan ruang lingkungan sekitar tugu / gapura
5.Ketahanan konstruksi diperhitungkan secara cermat dan dapat dipertanggungjawabkan
6. Perkiraan anggaran yang tersedia untuk pembuatan tugu / gapura termasuk biaya bahan dan pembangunan/pembuatan
b. Rancangan Desain
1. Penjelasan makna dan falsafah desain tugu cinta
2. Penjelasan kandungan nilai seni, filosofi, karakter, dan cita-cita desain tugu cinta
3. Kandungan inovasi / kreativitas, kemenarikan, dan daya ingat (memorable) pada desain tugu cinta
4. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
c. Ketentuan Desain
1. Tema desain : Bogor as The Most Loveable City
2. Bentuk desain tugu dan atau gapura
3. Harmonisasi desain tugu/gapura dengan lingkungan sekitar pemasangan tugu/gapura.
d. Ketentuan Gambar Desain
1. Kertas gambar berwarna putih dengan ukuran A2
2. Terdiri dari cover (dilengkapi dengan nama / identitas peserta), siteplan, gambar perspektif, gambar tampak depan, gambar tampak samping kiri, gambar tampak samping kanan, gambar tampak belakang, gambar tampak atas, gambar 3 dimensi desain serta penjelasan konsep rancangan desain
3. Skala gambar minimal 1 : 20 atau lebih besar dengan mempertimbangkan kecukupan ukuran kertas
e. Kriteria Penilaian Sayembara
1. Orisinalitas karya
2. Harmonisasi desain tugu dengan area sekitar penempatan tugu
3. Makna dan Filosofi desain tugu
4. Kekuatan konstruksi tugu
f. Lain-lain
1. Peserta terbuka untuk umum baik perorangan maupun tim
2. Dokumen desain dan hak cipta peserta sayembara menjadi milik Pemkot Bogor
3. Keputusan panitia dan dewan juri tidak bisa diganggu gugat

Baca juga  DKM At-Taqwa Gelar Seminar Pendidikan Anak Berbasis Masjid

Erna menambahkan, sayembara akan dilaksanakan mulai dari Senin, 5 Desember 2016. Sayembara akan ditutup pada Minggu, 18 Desember 2016. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *