Ketua DPRD Kabupaten Bogor saat memimpin Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun 2020, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat (25/9/2020).

Pemkab Bogor Selipkan Tambahan APBD-P 2020 untuk Membangun

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Covid-19 masih melanda. Tenaga dan dana terkuras untuk melenyapkannya. Saat ini covid-19 bahkan semakin merajalela.  Jumlah tertular baru secara nasional terus meningkat.

Pada Jumat  (25/9/2020) jumlah tertular baru mencapai 4.823 orang. Angka ini memecahkan rekor, atau merupakan angka tertinggi sejak covid-19 mewabah di Indonesia.

Kondisinya tidak jauh berbeda di Kabupaten Bogor. Jumlah tertular baru meningkat secara fluktuatif. Pada Jumat (25/9/2020) jumlah tertular baru mencapai 56 orang, rekor dari angka tertular yang pernah ada sebelumnya. Tidak heran kalau pundi-pundi Pemkab Bogor tergerus.

Dalam nota keuangan untuk APBD-P 2020, covid-19 masih menjadi bagian pembiayaan.  Namun Pemkab Bogor masih menyelipkan sebagian anggaran untuk membangun.

Pemkab mengusulkan tambahan belanja daerah pada APBD Perubahan sebesar Rp811 miliar, persisnya Rp811. 532.394.000.

Usul penambahan anggaran ini dikemukakan dalam Nota Keuangan Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun 2020 yang disampaikan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam Rapat Paripurna DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat (25/9/2020).

Baca juga  Kontribusi DPR RI Dapil Bogor Belum Maksimal

Dalam nota keuangan tersebut disebutkan, bahwa penggunaan tambahan dana tersebut digunakan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Belanja tidak langsung adalah belanja daerah yang dianggarkan dan tidak memiliki hubungan apapun secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.

Sedang belanja langsung adalah belanja daerah yang dianggarkan dan berhubungan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah, termasuk di dalamnya belanja modal.

Dari Rp811 miliar tambahan APBD-P yang diusulkan, sebesar Rp534 miliar lebih untuk belanja tidak langsung, sementara belanja langsung sebesar Rp277 miliar lebih.

Dalam nota keuangan tersebut, dikemukakan bahwa belanja tidak langsung antara lain terkait perhitungan ulang pada komponen belanja pegawai, penyesuaian kebutuhan anggaran untuk gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) bagi guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian, dan lain sebagainya.

Sementara belanja langsung antara lain untuk pembangunan jembatan, irigasi, pemeliharaan jalan dan lain sebagainya.

Rinciannya sebagai berikut:

-Mengakomodir dan menampung perubahan peraturan bupati nomor 66 tahun 2019 tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2020, yang telah dilakukan 4 kali mengalami perubahan.

Baca juga  Polsek Kemang Sosialisasi Pencegahan Corona 

-Pengalokasian iuran jaminan kesehatan untuk kepala desa dan perangkat desa.

-Penambahan anggaran kegiatan penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah kecamatan dalam rangka mendukung program pemerintah daerah untuk pembatasan sosial.

-Penambahan anggaran yang diperuntukan bidang pendidikan seperti pengadaan lahan sekolah, dan sarana pendukungnya;

-Penambahan anggaran untuk pengadaan alat-alat kesehatan/ kedokteran, obat-obatan dan alat pakai habis pada rumah sakit dan puskesmas untuk optimalisasi pelayanan kesehatan serta belanja medis pakai habis pada beberapa OPD sebagai bentuk penanganan covid 19;

-Penambahan anggaran bantuan dau tambahan terhadap 19 kelurahan untuk penanganan covid 19;

-Penambahan anggaran DID tambahan pada beberapa OPD untuk membantu penanganan covid 19;

-Penambahan anggaran untuk kebutuhan pemeliharaan jalan, jembatan, irigasi dan sarana air bersih;

-Penambahan anggaran untuk kebutuhan belanja barang dan jasa lainnya yang diperlukan dalam penyelenggaraan pelaksanaan tugas umum pemerintahan;

-penambahan anggaran untuk pengadaan sarana mobilitas dalam mendukung pelayanan publik terutama untuk peningkatan pelayanan persampahan dan  untuk mendukung penyelenggaraan pemerintah daerah dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. [] Admin/Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *