ORI Jakarta menemukan ratusan ikan sapu sapu mati di Sungai Cileungsi

Ombudsman Panggil 4 Instansi Terkait Pencemaran Sungai Cileungsi

BOGOR-KITA.com – Terkait kasus pencemaran Sungai Cileungsi minggu depan kami akan melakukan pemanggilan ulang kepada Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Bogor, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi  Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya,  Teguh P. Nugroho kepada BOGOR KITA melalui keterangan tertulis, Selasa (27/8/2019).

Sebelumnya, Selasa (27/8/2019), Ombudsman melakukan pengecekan Sungai Cileungsi, menurut Teguh, pencemaran Sungai Cileungsi masih sama dengan tahun lalu. Bahkan lebih buruk.

“Jadi ini merupakan bagian dari proses monitoring kami atas pemeriksaan yang kami lakukan terhadap pencemaran sungai Cileungsi tahun 2018. Kami sudah menyerahkan laporan hasil akhir pemeriksaan kepada DLH Kabupaten Bogor, DLH Provinsi,  dan Dirjen gakkum KLHK,” kata Teguh.

Menurut Teguh, DLH Kabupaten Bogor menyatakan masih mampu menangani pencemaran itu, mereka telah memroses 3 dari pencemar ke ranah pidana, 17 perbaikan perizinan dan sisanya masih belum ada perbaikan. Dan DLH Kabupaten Bogor menyatakan masih sanggup menangani pencemaran itu.

“Dimana kami menemukan bahwa DLH Kabupaten Bogor tidak mampu menangani pencemaran di Sungai Cileungsi. Dan kami mintakan DLH Pemprov dan KLHK turun tangan,” lanjut Teguh.

“Dan kami melakukan pengecekan kepada 17 perusahaan yang dinyatakan clean and clear untuk dilakukan pengecekan secara random yang dilintasi Sungai ciliwung,” tambahnya.

“Pemprov Jabar, dalam hal ini DLH dan gubernur harus turun tangan. Karena yang dirugikan banyak anggota masyarakat termasuk konsumen Tirta Bagasasi Kota Bekasi. Kami akan melakukan pemanggilan ulang kepada DLH Kabupaten  Bogor, DLH Kota Bekasi dan Pemprov jabar dan KLHK,” tukasnya.

“Dan PDAM Tirta Bhagasasi yang mengalami kesulitan mengolah air baku Sungai Cileungsi karena pencemaran yang sangat tinggi. Kami melihat DLH Kabupaten Bogor sudah kewalahan dan tidak mampu menjadi leading sector pengawasan pencemaran Sungai Cileungsi,” pungkasnya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *