BOGOR-KITA.com – Buku berjudul ‘Mengantar Ke Pemikiran Ideologi, Demokrasi dan Hukum Kenegaraan’ berangkat dari keresahan di mana publik seringkali terjerat oleh ketidakjernihan saat melihat fenomena hukum dan demokrasi. Jadi buku ini hendak menjernihkan hal – hal tersebut.
Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan sekaligus penulis buku Mengantar ke Pemikiran Ideologi, Demokrasi dan Hukum Kenegaraan, Raden Muhammad Mihradi, S.H., M.H., kepada Bogor-Kita.com, Minggu (3/3/2019).
Buku tersebut rencananya akan dibedah oleh kritikus budaya yang juga dosen sastra Universitas Indonesia Drs Maman S. Mahayana, M.Hum dan Ahli Hukum Pidana Universitas Pakuan Dr Asmak Ul Husna, S.H., M.H. pada kegiatan bertajuk ‘Sihir Hukum’ di Warunk Upnormal Pajajaran, Bogor, Rabu (6/3/2019).
“Di dalam buku memang gado gado. Ada soal perizinan, pilkada, CSR, tenaga kerja asing dll. Namun benang merahnya adalah bagaimana narasi ruang publik baik hukum, demokrasi dan ideologi tidak pernah lepas dari keberpihakan pada keadilan, kesetaraan dan kebebasan berbasis tatanan yang berangkat dari falsafah serta kearifan publik,” terang Mihradi.
Kegiatan bertajuk ‘Sihir Hukum’ tersebut akan diikut oleh mahasiswa, dosen, aktivis serta jurnalis.
“Mereka adalah sasaran untuk berbagi ke publik agar ada penyikapan untuk merajut ideologi, hukum dan demokrasi dalam tatanan yang jernih. Apalagi di tengah memanasnya situasi politik maka kejernihan, daya kritis dan argumentasi bermutu menjadi pilar menuju kehidupan lebih baik,” tegas Mihradi. [] Hari