Kota Bogor

Maknai Idul Adha, Sendi Fardiansyah: Menyembelih Seluruh Sifat Buruk 

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Bakal Calon Walikota Bogor, Sendi Fardiansyah mengajak seluruh warga untuk memberi makna luas terhadap ritual penyembelihan hewan kurban. Salah satunya, bahwa kurban itu sejatinya menyembelih sikap buruk kita yang tak peduli kepada sesama.

Hal itu dikatakan Sendi di hadapan warga Kampung Cikondang, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Senin (17/6/2024), saat melakukan pemotongan hewan kurban berupa satu ekor sapi.

Menurut Sendi yang juga Sekretaris Pribadi Ibu Negara, Iriana Jokowi itu, kurban tak boleh dibiarkan berhenti hanya pada makna penyembelihan hewan baik sapi maupun kambing.

Lebih dari itu, kurban harus bermakna luas, yaitu menyembelih seluruh sikap buruk kita seperti rakus, dzolim, tak peduli sesama dan sejenisnya.

Baca juga  Terima Rancangan KUA-PPAS 2022, DPRD Kota Bogor Bakal Bahas dan Evaluasi di Setiap Komisi

“Mari kita maknai Idul Adha itu selain dengan sholat Ied, tapi juga dengan bermaksa luas, yaitu menyembelih seluruh sikap buruk kita. Pokoknya, apa saja sikap-sikap buruk itu, mari kita sembelih. Karena itulah sejatinya kurban,” kata Sendi.

Selain itu, Sendi juga mempelopori tradisi baru dalam berkurban. Yaitu, dengan cara membagikan daging kurban yang sudah matang dimasak. Tidak lagi dalam bentuk daging mentah seperti dilakukan selama ini.

Tujuannya, kata Sendi, pembagian daging kurban dalam bentuk yang sudah matang itu dilakukan agar warga yang menerimanya, tidak lagi harus direpotkan dengan membeli bumbu dan memasaknya lagi.

“Ini kira-kira cara yang paling praktis, khususnya buat warga yang tidak mampu, agar tidak repot lagi membeli gas untuk memasaknya, termasuk membeli bumbu dapur yang diperlukan. Mereka kita kasih sudah dalam bentuk siap makan, bukan siap masak,” ungkapnya.

Baca juga  Brand Baba RAFI Kian Bekilau di Beberapa Negara  

Dengan pola pembagian seperti itu, sejumlah warga mengaku sangat senang.

“Memang baiknya, untuk orang seperti saya, yang disatu sisi ingin makan daging, tapi disisi lain tak mampu untuk membeli bumbunya. Cara ini memang lebih praktis dan disukai,” kata Sumiati (51), salah satu warga yang menerima langsung daging kurban tersebut dari Sendi.

Daging yang sudah matang dimasak oleh Tim Relawan Sendi (Trendi) itu memang dibagikan langsung secara simbolik oleh Sendi sendiri kepada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi pemotongan hewan kurban.

Usai membagikan daging matang tersebut, Sendi didaulat warga untuk makan bersama.

“Alhamdulillah, saya senang sekali karena warga yang terima daging kurban juga senang. Apalagi, warga di sekitar mengajak saya makan bersama. Ini momen yang tak mungkin saya lupakan,” tutupnya. [] Ricky

Baca juga  Lagi, Kolaborasi Bogor Kita dan Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top