Laporan Utama

Lonjakan Kasus Covid-19 Jangan Langsung Dikaitkan dengan Gelombang Kedua

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Kenaikan pesat kasus positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir, tidak bisa langsung dikaitkan dengan potensi terjadinya gelombang kedua COVID-19.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, saat telekonferensi pers reguler berbahasa Inggris di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

“Perhitungan yang kami observasi hingga hari ini, kami percayai sebagai hasil dari peningkatan kapasitas Indonesia untuk melakukan tes. Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan utama meningkatkan pelacakan, dan juga disebabkan penemuan kasus aktif,” jelas Wiku.

“Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya sekadar mengaitkan pertambahan dengan gelombang kedua penularan virus,” tambah Wiku.

Peningkatan kapasitas uji spesimen dari hasil pelacakan kontak dekat pasien, menjadi penyebab kenaikan signifikan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia baru dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga  Ini Rapor Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kota Seluruh Indonesia

Berdasarkan data Gugus Tugas, pada Selasa (9/6/2020), terdapat 1.043 kasus baru Covid-19. Jumlah kasus baru ini merupakan yang pertama kalinya menembus angka lebih dari 1.000 kasus dalam sehari. Kemudian, pada Rabu (10/6/2020) tercatat penambahan 1.241 kasus baru Covid-19 dalam waktu satu hari saja.

Dua kali penambahan mencapai 1.000 kasus positif ini merupakan yang tertinggi, terhitung sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.

Wiku menerangkan, pemerintah telah berhasil mencapai target pertama peningkatan kapasitas uji spesimen sebanyak 10 ribu sampel per hari. Bahkan, Indonesia pernah mengetes 14 ribu sampel spesimen per hari untuk diagnosa Covid-19. Kini pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas uji spesimen menjadi 20 ribu per hari.

Baca juga  Prof Wiku Bantah Keras Ada Chip Dalam Vaksin

“Saat ini lebih banyak laboratorium dan universitas yang mampu melakukan tes,” ujar Wiku.

Wiku mengatakan, akan lebih akurat untuk melihat perkembangan kasus Covid-19 berdasarkan data masing-masing daerah. Terdapat daerah yang sudah sangat membaik dan masuk dalam kategori zona kuning, zona hijau, namun memang masih terdapat yang tercatat sebagai zona merah.

“Untuk menangani wabah, juga tergantung dengan respon dan manajemen daerah setempat, agar mampu memenuhi kebutuhan dasar di lapangan,” tegas Wiku. [] Anto

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top