Ilustrasi

Klub Sepak Bola Inggris Liga Bawah, Krisis Keuangan Parah

BOGOR-KITA.com, BOGOR  – Larangan penonton hadir dalam pertandingan sepak bola di Inggris, mengakibatkan klub-klub di liga-liga bawah negara tersebut nyaris mengalami kebangkrutan. Jika ini tak diatasi, maka struktur sepak bola Inggris ke depan akan runtuh.

Sepucuk surat yang ditujuankan kepada Menteri Digital, Kebudayaan, Media dan Olahraga Inggris Oliver Dowden yang ditandatangani bersama oleh sekelompok tokoh terkemuka termasuk dua mantan ketua Asosiasi Sepak Bola (FA), melukiskan gambaran gamblang tentang krisis keuangan yang menimpa klub-klub divisi bawah di Inggris.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan akan memberi izin penonton hadir di stadion mulai pertandingan 1 Oktober 2020, namun belakangan rencana tersebut dicabut mengingat kasus pandemi corona-19 meningkat.

Jika pertandingan terus dijalankan tanpa penonton, maka klub-klub di Liga Sepak Bola Inggris (tiga tingkatan di bawah Liga Primier) akan kehilangan 200 juta pound musim ini atau sekitar Rp3,8 triliun.

Ketua Liga Inggris EFL yang membidangi kompetisi di bawah Liga Primer dan Champions Division Rick Parry telah memperingatkan bahwa beberapa klub tengah mengalami kehancuran, karena mengalami masalah keuangan yang berat.

Baca juga  Arus Balik ke Jakarta Ditutup, Dijaga di 85 Titik, Ini Daftarnya

Surat hari Senin, yang diteken termasuk oleh mantan Ketua FA Greg Dyke dan Lord Triesman serta sejumlah anggota parlemen, mengatakan waktu hampir habis dan bala bantuan harus segera dikerahkan.

“Tanpa ada rencana yang dibuat untuk menyelamatkan klub sepak bola, banyak klub di bawah EFL dan lainnya di Liga Nasional sudah mulai merumahkan karyawannya, menutup kegiatan sepak bola akademinya. Situasi diperparah dengan bantuan dari yayasan komunitas juga terhenti,” tulis surat tersebut.

“Ini bisa menyebabkan tidak hanya bangkrutnya banyak klub komunitas bersejarah, tapi juga runtuhnya struktur liga nasional yang telah bertahan selama lebih dari 100 tahun,” begitu isu surat tersebut.

Saat ini situasinya sudah kritis di mana banyak klub yang sudah tak mampu lagi membayar gaji pemain dan ofisialnya untuk bulan depan. Dowden meminta dan percaya bahwa klub-klub yang berada di Liga Primer akan turun tangan untuk membantu klub liga yang lebih rendah.

Tetapi para yang penandatangan surat tersebut juga menyebutkan bahwa klub Liga Primer Inggris juga tengah dihadapkan pada masalah yang sama, pemasukan yang berkurang jauh. Itu karena liga terus digelar tanpa pemasukan tiket penonton dan menurunnya pendapatan dari siaran langsung tv.

Baca juga  Jalan AMD-Cogreg Rusak Parah, Tak Diperbaiki Sejak Tahun 2000

Dalam surat tersebut menyebutkan pula bahwa kebijakan paket penyelamatan sebesar 1,5 miliar pound, sebagian bisa disalurkan untuk membantu klub-klub di liga bawah yang tengah sekarat kondisinya.

“Kami percaya bahwa sepak bola, seperti olahraga profesional lain yang sangat digemari di negara ini, juga merupakan aktivitas budaya. Kami akan meminta pemerintah sekarang memperjelas dukungan keuangan apa yang siap diberikan sebelum terlambat,”  kata para penandatangan surat tersebut. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *