Desa Wisata (Ilustrasi)

Kementrian Pariwisata Latih 50 Warga untuk Kembangkan Desa Wisata Cisarua

BOGOR-KITA.com – Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, belum lama ini mendapat kunjungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kunjungan ini merupakan kegiatan pemberian pelatihan kepada masyarakat Desa Wisata yang berjumlah 50 orang dengan menggandeng Universitas Agung Podomoro.

Dewan Penasehat Asosiasi Desa Wisata Kabupaten Bogor, Syaiful Bahri yang juga bertindak sebagai narasumber mengatakan, sejak digagasnya Desa Wisata beberapa tahun lalu, keberadaannya terus mengalami perkembangan signifikan.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun begitu, masyarakat di desa wisata sudah menjadikan bahwa pariwisata itu menjadi sebuah kebutuhan.

“Dengan kegiatan pengembangan desa wisata, kita bisa berupaya mengangkat budaya, tradisi dan kearifan lokal dengan berbagai potensi yang ada, salah satunya di Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua ini,” ujarnya, belum lama ini.

Selain itu, untuk mendukung program Desa Wisata menjadi sangat berkembang tentunya butuh keikutsertaan dan komitmen semua pihak termasuk warga masyarakat, karena jika Desa Wisata ini berkembang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Hal senada dikatakan Ketua Program Studi Bisnis Perhotelan Universitas Agung Podomoro, Vincent Sylvester Leewellyn.

Menurutnya, kegiatan pelatihan ini sebagai wujud mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata yang berupaya mengenalkan, mengangkat dan mengembangkan peranan Desa Wisata.

“Yang jelas pelatihan ini akan berdampak bagi masyarakat desa wisata, bagaimana kita bisa menyuguhkan sesuatu yang membuat para tamu menjadi berkesan dan memberikan testimoni yang baik dengan kolega atau keluarganya, dan kita juga membahas teknis terkait perawatan dan syarat-syarat standar home stay,” tandasnya.

Hal ini tentunya sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 Pemkab Bogor yang menetapkan  The City Of Sport and Tourism sebagai program kerja  Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah mengatakan Branding The City Of Sport and Tourism bukanlah program kerja asal-asalan karena merupakan hasil kajian dari potensi yang ada di Bumi Tegar Beriman.

“Branding The City Of Sport and Tourism ini berdasarkan potensi dan prestasi yang kita miliki seperti 11 lapangan golf bertaraf internasional, Stadion Pakansari yang desain arsiteknya terbaik ke 14 di dunia, Sirkuit Sentul, wisata paralayang, Geopark Pongkor dan lainnya,” kata Syarifah.

Dia menerangkan karena melihat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II yang kurang dari Rp 7 triliun, maka Pemerintah Kabupaten Bogor butuh bantuan Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk mewujudkan Bogor The City Of Sport and Tourism.

“Karena angaran Kabupaten Bogor tidak cukup maka kita butuh bantuan saran serta anggaran dari Pemprov Jawa Barat dan terutama kementerian terkait seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan olahraga serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” terangnya.

Sementara, untuk memaksimalkan dan memantapkan branding Kabupaten Bogor sebagai The City Of Sport and Tourism, Bupati Bogor Ade Yasin pun mengukuhkan Badan Pengelola Geopark Pongkor.

“Semoga keberadaan lembaga ini mampu membuat Geopark Pongkor sebagai kawasan wisata andalan yang standar penilaiannya sesuai UNESCO serta sebagai instrumen pembangunan daerah yang berkelanjutan dan signifikan  dalam pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Ade.

Ia pun menambahkan, akan mengembangkan wisata di pedesaan dengan mengadakan festival desa hingga pembangunan insfrastruktur serta venue olahraga sebagai sarana pendukung.

“Untuk mendukung wisata di desa-desa maka butuh dukungan insfrastruktur jalan dan jembatan yang baik oleh karena itu kami akan melanjutkan pembangunan Jalan Puncak II, jalan lingkar dramaga, jalan bojonggede-Kemang, jalan lingkar kebun raya cibinong, mengurai titik titik kemacetan dan lainnya. Kami juga akan menambah venue-venue olahraga dan sport center serta mengadakan secara rutin Festival Desa sebagai bagian dari promosi keunggulan 416 desa yang kita miliki,” tambahnya. [] Admin/Pkr



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *