Kab. Bogor

Karena Takut, Sejumlah Pedagang Pasar Parungpanjang Tak Ikut Rapid Test

BOGOR-KITA.com, PARUNGPANJANG – Sejumlah pedagang dan warga di Pasar Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang sepertinya memilih tidak mengikuti rapid test (periksaan cepat) virus corona yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor di pasar tersebut, Rabu (1/7/2020).

Menurut seorang pedagang Pasar Parungpanjang Silfi (38) banyak pedagang yang merasa ketakutan mengikuti tes tersebut apalagi jika harus menjalani isolasi mandiri di tempat khusus. “Iya mas, banyak yang ketakutan dan tidak mau di-rapid test, padahal tidak dipaksa – paksa. Kalau saya sejak awal sudah niat untuk ikut rapid test biar tenang,” ungkap Silfi, Rabu (1/7/2020).

Sementara Kepala Unit Pasar Parungpanjang Erick Ibnu Affan mengatakan, 4 hari sebelum giat rapid test dilakukan, pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama Muspika Parungpanjang dan menyebarkan sebanyak 927 undangan kepada warga dan pedagang. “Sebenarnya sebagian pedagang datang meski tokonya tutup. Tapi memang ada sebagian yang ketakutan, karena isunya akan dites swab dan diisolasi,” paparnya.

Baca juga  Dikunjungi Ade Yasin, Rektor IPB Nyatakan Siap Berikan yang Terbaik untuk Kabupaten Bogor

Erick, sapaannya menambahkan, hingga pukul 12.30 WIB telah ada sekitar 285 orang pedagang yang mendaftar untuk mengikuti giat pemeriksaan cepat virus corona tersebut. Sementara pihak Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor telah menyiapkan sebanyak 500 alat rapid test. “Pemeriksaan masih berlangsung. Jadi hingga sekarang belum bisa dipastikan berapa jumlah orangnya maupun hasil testnya,” tutup Erick.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan,  banyak pedagang yang tidak mengikuti rapid test karena tidak memahami fungsi dan kegunaan rapid test untuk memutus wabah covid-19. Namun mantan Dirut RSUD Leuwiliang ini memastikan, akan ada tahap lanjutan untuk melakukan rapid test di pasar tersebut dengan meminta adanya koordinasi yang lebih baik antara pihak pasar dan pemerintah Kecamatan Parungpanjang.

Baca juga  Ombudsman Jakarta Dukung Bupati Bogor Gelar Rapid Test di Rumah Sakit

“Kami sudah siapkan 500 alat rapid test. Tapi jika lebih, nanti akan ada giat pemeriksaan cepat susulan secara bertahap,” ujarnya.

Mike menambahkan, pihaknya akan terus melakukan rapid test di sejumlah sarana publik, seperti pasar, stasiun kereta api, terminal dan lainnya. “Hingga saat ini kami sudah melakukan rapid test di sejumlah pasar seperti Parung, Cileungsi, Cibinong dan tempat lainnya,” ucapnya. Terkait hasil rapid test di Pasar Parungpanjang, Kadinkes mengatakan belum bisa terlihat berapa yang reaktif. “Masih berjalan proses pemeriksaan nya. Jadi masih harus  menunggu hingga selesai,” tutup Mike Kaltarina. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top