Kab. Bogor

Kapolres Bogor Ajak Masyarakat Tidak Mudik, Perketat Penyekatan di Daerah Perbatasan

Kapolres Bogor
Kapolres Bogor AKBP Harun

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Jelang Hari Raya Idul Fitri Kapolres Bogor, AKBP Harun terus berupaya melakukan berbagai strategi untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 kluster pemudik. Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak mudik, kemudian rutin melakukan sosialisasi dan edukasi, melakukan penyekatan di sejumlah titik, hingga sanksi tegas bagi pemudik dan travel gelap. Hal itu diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Harun saat melakukan Dialog Interaktif di Radio Teman 95,3 FM dengan tema Lebaran Asik Tanpa Mudik, Selasa (4/5/2021).

Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan penyekatan sejumlah titik daerah  perbatasan seperti Cigombong, Jasinga, Gunung Putri, Cileungsi, Parung dan Parung Panjang itu merupakan salah satu langkah upaya memaksimalkan larangan atau peniadaan mudik bagi masyarakat yang akan masuk ke maupun ke luar Kabupaten Bogor.

Baca juga  Ramadan Ini Saatnya Berbagi Lagi, Dompet Dhuafa Targetkan Rp120 Miliar

“Di titik itu kita akan tempatkan anggota, semuanya kita siagakan untuk bisa meminimalisir atau bahkan memaksimalkan larangan atau peniadaan mudik, bagi masyarakat yang akan masuk maupun ke luar Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Menurutnya, melihat fenomena ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di India. Itu menjadi cambuk bagi negara Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor. Berdasarkan data pengendalian Covid-19 Kabupaten Bogor terjadi tren penurunan kasus Covid-19 untuk itu perlu kerja keras untuk mempertahankan kondisi yang ada bila perlu terus menurunkan bahkan mengakhiri pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Kita selalu ingatkan kepada masyarakat bahwa Covid-19 masih ada, protokol kesehatan harus tetap kita laksanakan dengan baik, apalagi momen-momen keagamaan seperti sekarang ini. Di bulan puasa ini juga ada beberapa budaya ngabuburit, malam nya ngumpul-ngumpul, ini terus kita awasi jangan sampai terjadi kerumunan dan kelalaian yang dapat meningkatkan kembali kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor. Harus semangat untuk mengerem diri kita, kalau bukan kita siapa lagi,” Harun menegaskan.

Baca juga  ACT Kirim 15 Ton Bantuan Donasi Warga Bogor ke Korban Bencana Sulawesi Barat

Lanjut Harun menyatakan, menindak tegas juga dilakukan untuk mencegah adanya travel yang nekad mudik pada jam malam untuk menghindari para petugas, untuk itu agar mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan PPKM di Kabupaten Bogor. Operasi atau pengetatan dilakukan siang dan malam hari untuk mencegah pemudik bandel yang nekad mudik di malam hari.

“Apabila kedapatan akan kita amankan, tadi malam ada 5 kendaraan yang kita amankan, sedangkan dua hari lalu ada 7 kendaraan yang kita amankan, ini kita perketat terus jangan sampai nanti bertambah ada travel-travel gelap menjelang Idul Fitri nanti,” ungkap Kapolres.

Tambah Kapores Bogor mengatakan, banyaknya aturan-aturan terkait larangan mudik yang diberlakukan oleh Pemerintah itu semata-mata untuk melindungi masyarakat agar tetap sehat dan terhindar dari paparan Covid-19, juga sebagai bentuk kecintaan dan rasa sayang pemerintah terhadap masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bogor.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Masih Tinggi, 56, Sembuh 51

“Mari kita tidak mudik, mari kita menjalani kegiatan yang lebih produktif, dan meningkatkan harmonisasi bersama keluarga dan kerabat terdekat, dengan tetap di rumah saja dan tetap laksanakan protokol kesehatan. Tidak mudik pun asik dengan kegiatan-kegiatan dan pola pikir yang positif,” tutup Harun. [] Hari/Diskominfo Kabupaten Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!