Kanor Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Kades Ciseeng Tancap Gas Bangkitkan Ekonomi Petani Minapolitan

BOGOR-KITA.com, CISEENG – Kepala Desa Terpilih Ciseeng, Rahmat Bukhori Muslim (RBM) langsung tancap gas. Peningkatkan ekonomi petani menjadi program utamanya. Tak tanggung-tanggung 60 petani ikan pun langsung ia daftarkan mengikuti pelatihan khusus di Kementerian Perikanan dan Kelautan RI.

Hebatnya, akomodasi pelatihan para petani ini berasal dari kocek si kades sendiri. Langkah RBM ini bukan tak mendasar. Sebab, Ciseeng sendiri memang sudah terkenal sebagai pusat petani ikan, khususnya ikan hias di Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari 197 kabupaten/kota di Indonesaia yang ditetapkan menjadi Kawasan Minapolitan. Ada empat kecamatan yang dipilih berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bogor No.523.31/227/Kpts/Huk/2010, di antaranya Kecamatan Kemang, Ciseeng, Parung dan Kecamatan Gunungsindur.

Namun sayang, selama ini program ini kurang berjalan dengan baik. Karena itu pula RBM langsung mencanangkan peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan petani ikan dalam prioritas program kerjanya.

“Ciseeng merupakan pusat petani ikan. Hampir mayoritas warga kami adalah petani ikan. Karena itu, saya jadikan pengembangan ekonomi petani sebagai prioritas dalam program kerja. Tentunya kita berharap hal ini menjadi ciri khas tersendiri bagi Ciseeng,” kata RBM saat ditemui BOGOR-KITA.COM di ruang kerjanya, Selasa (7/1/2020).

Pria yang memiliki slogan unik “ngopi pinggir empang” ini menjelaskan, peningkatan ekonomi memang menjadi target kerjanya karena itu ia akan berupaya memaksimalkan sejumlah potensi yang ada untuk didorong sebagai indikator dalam peningkatan kesejahteraan warga Ciseeng.

“Ada beberapa program prioritas sebetulnya. Tapi yang mendasar adalah ekonomi warga, khususnya petani. Terlebih, Ciseeng adalah salah satu sentra tani ikan lele di Kabupaten Bogor jadi kami berupaya memanfaatkan potensi tersebut yang nantinya diharapkan bisa berjalan berkesinambungan dengan program pemerintah untuk peningkatan ekonomi warga,” jelasnya.

Lebih lanjut, RBM juga menjabarkan, secara geografis, Desa Ciseeng merupakan etalase Kecamatan Ciseeng karena berbatasan langsung dengan Kecamatan Parung sekaligus menjadi jalur utama menuju Tangerang via Gunung Sindur, Rumpin dan tentunya Parung sendiri.

“Jadi selain sektor ekonomi, kita juga akan berfokus pada pembenahan infrastruktur. Tapi sebelum itu, saya akan melakukan pembenahan terlebih dahulu pada elemen-elemen yang ada di desa agar tercipta sebuah keseragaman dan sinergitas pembangunan yang memang dibutuhkan warga. Karena itu sejak awal saya sudah tegaskan, semua anggaran yang memang diperuntukan untuk masyarakat di berbagai sektor harus benar-benar diserap oleh masyarakat,” jelasnya.

Diketahui, di lima tahun terakhir 2014-2018, target produksi misalnya lele di Kabupaten Bogor, terus mengalami peningkatan dengan kenaikan rata-rata 16,77 persen per tahunnya. 

Pada tahun 2016 misalnya, produksi lele di Kabupaten Bogor mencapai 86,593.17 ton atau naik 4.70 persen dari tahun 2015. lalu pada tahun 2017, produksi lele mencapai 88,025.69 ton atau naik 1,62 persen dari tahun 2016. 

Sedangkan di tahun 2018, produksi ikan lele di Kawasan Minapolitan meningkat sebesar 88.780,63 ton. Hal ini berdasarkan data Statistik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Masih berdasar pada data tersebut, produksi komoditas unggulan ikan lele di kawasan minapolitan tersebut juga menunjukkan angka tertinggi dibandingkan produksi ikan mas, ikan nila, ikan gurame dan ikan patin. [] Fauzan



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *