Kab. Bogor

Jelang Akhir Jabatan, Nurhayanti Menangis Dibacakan Puisi

BOGOR-KITA.com –  Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (25/11/2018), merupakan hari yang lain bagi Bupati Bogor Nurhayanti. Hal ini terkait dengan masa jabatannya yang akan berakhir 30 Desember 2018 mendatang.

Adalah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Tri Wahyu Harini yang membuat suasana berubah haru. Pasalnya,  Tri Wahyu Harini membacakan sebuah puisi terkait akan berakhirnya masa jabatan Nurhayanti. Tri Wahyu juga memberikan sebuah gambar siluet wajah Nurhayanti.

Nurhayanti terlihat tak mampu membendung air matanya saat puisi dibacakan dan cinderamata diberikan. Berulang kali ia mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya.

“Ini HKN terakhir saya sebagai bupati. Saya ingin mengapresiasi para pelaku kesehatan. Namun mereka tetap harus meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat,” kata Nurhayanti usai memperingati HKN ini bersama 2.000 pelaku kesehatan di Kabupaten Bogor.

Dalam peringatan puncak HKN ini, Nurhanti juga menyerahkan SK penetapan 19 puskesmas

yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan sertifikat akreditasi bagi empat RSUD, enam rumah sakit swasta dan 20 puskesmas.

Baca juga  PDIP Desak DPRD Gelar Paripurna Plt Nurhayanti

“Pemberian sertifikat akreditasi rumah sakit dan puskesmas ini tidak lepas dari sistem manajemen mutu pelayanan. Harapan saya rumah sakit dan puskesmas juga mampu lebih profesional dalam memberikan pelayanan,” katanya.

Dengan tegas dia memastikan, 50 dari 101 puskesmas yang ada di Bumi Tegar Beriman telah terakreditasi. Jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan yakni 40 puskesmas terakreditasi ditahun 2018.

“Bertahap untuk semuanya bisa terakreditasi. Yang terpenting pelayanan harus lebih ditingkatkan karena kekurangan pasti selalu ada,” ungkapnya.

Peringatan HKN ke-54 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengangkat tema ‘Membiasakan Hidup Sehat Dari Dii Sendiri’.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Tri Wahyu Harini mengungkapkan, tema tersebut sejatinya untuk ‘merangsang’ kepedulian 5,7 juta penduduk Bumi Tegar Beriman untuk senantiasa melakukan hidup sehat secara mandiri, meskipun fasilitas kesehayan saat ini sudah jauh lebih baik.

“Sejak tahun 2013 kami terus tingkatkan pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rujukan dalam hal ini rumah sakit. Saya pastikan, performa puskesmas kita bisa bersaing dengan swasta,” ungkapnya.

Baca juga  Jarang Ngantor, Warga Adukan Kades dan Sekdes Rumpin ke Camat

Wanita yang biasa disapa Yayu itu memastikan secara bertahap akan melakukan revitalisasi dan rehabilitasi terutama dalam mutu pelayanan dasar kesehatan untuk menambah jumlah puskesmas yang terakreditasi.

“Kita terus tingkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Sarana fisik, perbaikan puskesmas, revitalisasi. Kalau puskesmas lahannya kecil, kita relokasi. Kita ingin mengubah pendangan masyarakat tentang puskemas. Sekarang sudah berbeda dengan yang dulu. Begitu juga dengan petugas kesehatannya sudah terstandarisasi. Kita akan terus tingkatkan,” tukas Yayu. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top