Kab. Bogor

Ini Aksi Lanjutan Forkopimda Tanggulangi Bencana Kabupatan Bogor

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Forum Koordinasi PimPinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melakukan evaluasi dan aksi lanjutan yang segara dilakukan guna menanggulangi bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor.

Evaluasi dan aksi lanjutan berlangsung  Rapat  Koordinasi (Rakor) Forkopimda di Cibinong, Senin (6/1/2020).

Rakor dipimpin Bupati Bogor Ade Yasin, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Wabup Iwan Setiawan, Sekda Burhanudin, Danrem  061 Suryakencana, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Perwakilan Lanud ATS dan Kopassus, para pimpinan OPD, Dirut BUMD, Camat Nanggung, Camat Jasinga, Camat Sukajaya, dan Camat Cigudeg, PMI Kabupaten Bogor, para asisten.

Salah satu hasil rakor adalah mebentuk Tim Penanggulangan Bencana yang diketui Dandim 0621 Kabupaten Bogor.

Adapun hasil evaluasi adalah sebagai berikut:

  1. Menteri PUPR siap membantu Pemda Bogor mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Menteri PUPR langsung menunjuk salah satu perusahaan konstruksi besar untuk menurunkan alat alat berat
  2. Masih ada penghalang, masih banyak orang yang tidak berkepentingan datang berseliweran.
  3. Tidak melihat dishub dan pol pp stand by di lokasi
  4. Kendaraan yang tidak membawa bantuan tidak boleh masuk wilayah. Mohon dishub dikoordinasikan.
  5. Banyak posko liar yang tidak jelas. Harus mulai penanganan untuk bantuan
  6. Harus ada batasan mobil yang masuk wilayah bencana karena kontur tanah masih labil dan bahaya khawatir terjadi bencana susulan
Baca juga  Ini Syarat Pemkab Bogor Mal Dibuka Kembali

Sementara aksi lanjutan yang akan dilakukan dengan membuat pembagian tugas sebagai berikut:

  1. Skema pembagian tugas:

– Danrem dengan Bupati (monitoring dan pengawasan)

– Identifikasi, data, penanganan, koordinasi dengan PUPR pusat (Wabup).

– Supply kebutuhan korban bencana (Ketua DPRD)

– Penanggung jawab lapangan bogor barat (Dandim)

– Penanggung jawab lapangan bogor timur (Kapolres)

  1. Alat komunikasi semua Kepala SKPD terkait harus aktif 24 jam, karena kita sudah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana.
  2. Penanganan Bencana harus sampai level bawah (RT/RW).
  3. Pemberian bantuan harus sesuai by name by adress sesuai pendataan yang rapi
  4. Posko posko yang ada harus dikoordinasikan dengan posko resmi dari pemkab.
  5. Untuk pembukaan jalan agak terkendala karena jalur lalu lintas, mohon dishub dan satpol pp membantu mengkondisikan.
  6. Harus ada identifikasi wilayah daerah mana yang rawan dan aman untuk dikunjungi oleh relawan. Hanya kendaraan kendaraan yang membawa bantuan boleh masuk.
  7. Distribusi bantuan masih belum merata agar diperhatikan.
  8. Perlu segera menentukan titik lokasi krusial (rawan)
  9. Penambahan layanan kesehatan, perlu obat obatan, trauma healing, selain dinkes, dari Polres juga sudah turun membantu.
  10. PLN mohon turun ke lapangan agar korban segera mendapatkan penerangan.
  11. Kita semua harus satu data terkait jumlah korban bencana, karena masih terjadi laporan data yang berbeda-beda.
  12. Banjir Bogor Timur sudah surut, DLH dan Damkar harus stand by membersihkan.
  13. Masyarakat agar jangan terprovokasi oleh informasi yang menyudutkan pemerintah karena dianggap diam tidak bekerja dan tidak memberikan penanganan. Padahal Bupati, Wabup, Kapolres, Dandim, Danrem, Ketua DPRD turun ke lapangan sejak hari pertama bencana.
  14. Intruksi langsung dari Ketua BNPB agar masyarakat mulai membersihkan lingkungan, gotong royong membersihkan selokan, got, dll..
  15. Aktifitas pendidikan jangan sampai berhenti, segera identifikasi lokasi mana yang bisa digunakan untuk tetap belajar anak anak, karena bagi anak anak belajar bisa menjadi hiburan. [] Hari
Baca juga  Ade Yasin Bagikan 2.500 Paket Sembako Murah di Tenjolaya
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top