Kab. Bogor

Ini 3 Opsi Buka Akses Ke RSUD Parung

rsud parung

BOGOR-KITA.com, PARUNG – Pemkab Bogor menargetkan RSUD Parung dapat beroperasi di akhir tahun 2022 ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan saat melakukan pengecekan ke lokasi RSUD Parung, di Desa Cogreg.

Plt. Bupati menjelaskan, untuk waktu sementara ini ditargetlan ada pelayanan dasar kesehatan bagi warga masyarakat di Bogor Utara berupa rawat jalan. Hal ini tinggal menunggu kelengkapan sarana alat kesehatan dan tenaga kesehatan serta akses infrastruktur jalan utama.

“Karena untuk fisik gedung utama saya lihat sudah selesai. Dinkes juga sudah menyiapkan alat kesehatan dan tenaga kesehatan. Kalau soal akses jalan utama, itu kan bukan ranah Dinkes. Tapi sedang dilakukan negosiasi,” papar Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan, Rabu (16/6/2022).

Baca juga  Warga Harap Pembangunan RSUD Parung Terealisasi Tahun Ini

Sebagai informasi, area lahan yang saat ini digunakan RSUD Parung adalah tanah hibah PSU dari perusahaan pengembang perumahan. Termasuk jalan utama yang menuju lokasi RSUD Parung. Kondisi saat ini akses jalan itu masih berupa tanah.

“Jadi kita menunggu kejelasan legalitas alas hak tanahnya dulu. Pemkab Bogor tidak mau membangun di lahan yang belum jelas, bisa jadi temuan. Namun saat ini terus dilakukan negosiasi,” tukas Iwan Setiawan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, dr. Mike Kaltarina menjelaskan, saat ini untuk mendukung rencana dimulainya layanan kesehatan di RSUD Parung, akan ada poli dengan dokter umum, dokter spesialis dan tenaga medis lainnya dari Dinkes Kabupaten Bogor.

Baca juga  Achmad Ru'yat Telepon Dirut Tirta Pakuan soal Jalan Rusak di Lahannya di Pasir Muncang

“Jadi nantinya baru pelayanan kesehatan dasar dan rawat jalan. Dokter dan tenaga medis yang dibutuhkan sekitar 80 orang petugas,” ucap Mike, didampingi Anni Bersari Kabid Sumber Daya Kesehatan sekaligus PPK proyek pembangunan RSUD Parung.

Terkait soal akses jalan utama menuju RSUD Parung yang hingga saat ini masih berbentuk tanah, Kabid SDK Dinkes Anni Bersari mengungkapkan bahwa tiga opsi yang sudah disiapkan adalah pinjam pakai, sewa lahan atau pembelian.

“Saat ini kami masih negosiasi dengan pihak PT Mitra Karunia Sejahtera (Kumis) sebagai pemilik lahan tersebut. Namun semuanya tetap berjalan baik dan tidak ada masalah,” pungkas Anni Bersari. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top