Bupati Bogor, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin.

Ibadah Kurban, Ade Yasin: Ada Hak Orang Lain di Harta Kita

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Ibadah kurban selain merupakan wujud kepedulian dan kepekaan sosial juga sebagai momentum yang menumbuhkan kesadaran bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik  kita melainkan di dalamnya terdapat hak orang lain, dan kenikmatan yang kita rasakan tidak akan berkurang sedikitpun ketika harus dibagi dengan orang lain.

Hal itu dikemukakan Bupati Bogor Ade Yasin dalam sambutan perayaan Idul Adha 1441 H/ 2020 M.

Berikut pidato Ade Yasin selengkapnya.

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, laa ilaaha illallaahu allahu akbar. Allahu akbar walillaahil hamd. 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, masyarakat Kabupaten Bogor yang saya cintai,

puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wata’ala, yang telah melimpahkan karunia, taufik, dan hidayah-nya kepada kita semua, sehingga masih diberikan kesehatan untuk bisa merayakan Idul Adha 1441 H.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya serta seluruh kaum muslimin dan muslimat sebagai pengikutnya.

Pada kesempatan yang mulia ini, saya atas nama pribadi, keluarga dan sebagai pelayan masyarakat Kabupaten Bogor mengucapkan “selamat hari raya idul adha 1441 hijriyah”, mari kita sambut Idul Adha ini dengan sukacita, penuh optimisme dan harapan diiringi keyakinan bahwa kita mampu melewati segala ujian yang Allah berikan untuk kita, salah satunya ujian wabah pandemi virus corona.

Mari kita sama-sama berdoa agar wabah ini segera berakhir dan kita bisa melanjutkan kehidupan normal seperti sedia kala. Insya Allah ke depan kita akan hidup lebih baik lagi, lebih beradab dan bermartabat. Aamiin yaa rabbal al’ aamiin.

Masyarakat Kabupaten Bogor yang saya cintai,

Perayaan idul adha kali ini dilaksanakan di tengah pandemi virus corona, namun tentunya hal ini tidak melemahkan semangat spiritual kita sebagai umat islam serta tidak juga menghilangkan makna dan sakralitas yang terkandung dalam peringatan idul adha ini. Dalam kondisi seperti ini, kita harus mampu bangkit dengan semangat juang tinggi untuk menghadapi tantangan dan menumbuhkan solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang terdampak.

Salah satu hikmah yang dapat kita ambil dari ibadah kurban adalah besarnya pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail AS sebagai bentuk ketaatan terhadap sang khalik sehingga kita harus memperkuat keimanan, memperkokoh keyakinan, menerima dengan ikhlas, ridho dan lapang dada.

Pandemi virus corona yang menimpa hampir seluruh negara di dunia menyebabkan umat islam pada tahun 2020 tidak bisa berangkat ke tanah suci, tak terkecuali negara Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar/upaya baik pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menjaga keselamatan calon jama’ah haji dari penularan virus corona. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh calon jama’ah haji dari Kabupaten Bogor untuk bersabar atas keputusan tersebut. 

Memang ini ujian yang berat, namun perlu saya ingatkan kembali, bahwa salah satu hal terpenting dalam ajaran agama Islam, baik ibadah ritual maupun ibadah sosial selalu memiliki tujuan yang dikenal dengan maqashid al-syariah, artinya mendatangkan sebanyak mungkin kemaslahatan dan menghindarkan dari kemudaratan.

Dalam konteks ini, maka penundaan ibadah haji menjadi bagian dari hifdzun nafs yakni menjaga keselamatan jiwa dan kesehatan tubuh.  Saya yakin hikmah besar yang bisa diambil dari keputusan ini adalah melatih kita semua dalam kesabaran dan kepasrahan. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Qur’an surat Al-anfal ayat 46: “bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.

Semoga kesabaran para calon jama’ah haji dari Kabupaten Bogor atas penundaan keberangkatan ibadah haji tahun ini, akan menjadi wasilah kemabruran ibadah haji di tahun depan, syaratnya ikhlas dan ridho karena Allah SWT.

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, masyarakat Kabupaten Bogor yang saya cintai,

ibadah kurban selain merupakan wujud kepedulian dan kepekaan sosial juga sebagai momentum yang menumbuhkan kesadaran bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik  kita melainkan di dalamnya terdapat hak orang lain, dan kenikmatan yang kita rasakan tidak akan berkurang sedikitpun ketika harus dibagi dengan orang lain. Semoga dengan berkurban kita akan semakin mendekatkan diri dengan Allah subhanahu wata’ala. Aamiin aamiin yaa robbal al’aamiin masyarakat Kabupaten Bogor yang saya cintai, pelaksanaan ibadah kurban di tengah situasi pandemi tentunya harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona dikarenakan adanya interaksi yang menimbulkan kerumunan orang saat pemotongan hewan maupun distribusi daging kurban.

Bupati bogor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor telah menerbitkan surat edaran bersama tentang protokol kesehatan penyelenggaraan shalat idul adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 H/2020 M pada masa pandemi virus corona di Kabupaten bogor, untuk itu agar memperhatikan hal sebagai berikut:

  1. Tempat pelaksanaan kegiatan sholat idul adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua wilayah di Kabupaten bogor dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
  2. Seluruh DKM dan jamaah agar senantiasa memperhatikan pembatasan jumlah panitia dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti jaga jarak, memakai masker, cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menggunakan faceshileds, sarung tangan, desinfectan; dan
  1. Seluruh aktifitas pelaksanaan kurban maupun distribusinya ke rumah warga, hanya dihadiri dan dilakukan oleh panitia untuk menghindari kerumunan.

Saya minta seluruh panitia dan masyarakat untuk mematuhi edaran tersebut agar kita dapat saling melindungi dari penularan wabah virus corona saat perayaan idul adha. 

Warga masyarakat Kabupaten Bogor yang saya cintai, hal lain yang penting diwaspadai dalam hal pemotongan kurban saat idul adha adalah terkait dengan adanya endemis penyakit ánthrax di beberapa wilayah kecamatan Kabupaten Bogor, untuk itu agar diantisipasi dan awasi secara ketat supaya kita terhindar dari risiko penularan penyakit dari hewan dan daging kurban.

Terakhir sebagai penutup, tidak bosan saya mengingatkan bahwa kita masih berada dalam ancaman pandemi virus corona, oleh sebab itu tetap waspada, jadikan protokol kesehatan.

Sebagai kebiasaan hidup kita sehari-hari. ingat! rajin mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan kenakan masker. mari kita semua saling menjaga. terus berjuang melawan penyebaran virus corona.

Demikian beberapa hal yang perlu saya sampaikan. Sekali lagi saya ucapkan “selamat hari raya idul adha 1441 hijriyah”.

Mari kita jadikan momentum idul adha ini untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial dengan saling berbagi, semoga allah subhanahu wata’ala senantiasa melindungi, memberikan petunjuk dan bimbingan-nya kepada kita sekalian.

Wallahulmuwafiq ila aqwamith thoriq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

[]



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *