Kota Bogor

Guru Besar IPB Sebut Terumbu Karang yang Sehat Fondasi Kesejahteraan dan Ketahanan Pesisir

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Neviaty Putri Zamani, menyampaikan pentingnya keberlanjutan terumbu karang sebagai fondasi kesejahteraan dan ketahanan masyarakat pesisir.

Dalam pra orasi ilmiahnya, Prof. Neviaty menggambarkan terumbu karang Indonesia sebagai “si cantik yang tidak menyadari dirinya cantik,” merujuk pada keindahan dan nilai ekologi yang seringkali tidak disadari oleh banyak orang.

Indonesia, dengan 17.500 pulau yang sebagian besar dikelilingi oleh terumbu karang, merupakan negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman hayati laut. Terumbu karang tidak hanya menjadi habitat penting bagi biota laut, tetapi juga mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Terumbu karang yang sehat menjadi tempat pemijahan, pembesaran, dan mencari makan bagi berbagai biota laut yang penting secara ekologis dan ekonomis,” jelas Prof. Neviaty pada Jumat (5/7/2024).

Baca juga  Dedie Cek Pembangunan Jalur Pedestrian  Warung Jambu - Mal Lippo Keboen Raya 

Menurutnya, hampir 60 persen penduduk Indonesia tinggal di kawasan pesisir, menjadikan kesehatan terumbu karang sangat krusial.

“Rusaknya ekosistem terumbu karang dapat berdampak buruk pada sektor perikanan, yang pada gilirannya akan melemahkan kehidupan para nelayan,” ujarnya.

Laporan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2020 menunjukkan hanya 6,56% terumbu karang dalam kondisi sangat baik, sementara 35,42% dalam kondisi buruk. Untuk itu Prof. Neviaty menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu solusi untuk menjaga kesehatan terumbu karang.

“Wisatawan dapat menikmati snorkeling, diving, dan fotografi bawah air tanpa merusak ekosistem yang unik dan indah ini,” katanya.

Ancaman terhadap terumbu karang, kata Prof Neviaty datang dari berbagai aktivitas manusia, seperti reklamasi lahan, penangkapan ikan yang destruktif, dan pencemaran laut.

Baca juga  Pakar Perikanan IPB: Masih Besar Potensi Perikanan yang Belum Dimanfaatkan

“Penggunaan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan merusak struktur terumbu karang dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Perubahan iklim global juga memperparah kondisi dengan peningkatan suhu dan pengasaman laut,” ungkap Prof. Neviaty.

IPB University telah mengembangkan berbagai metode rehabilitasi seperti transplantasi karang dan biorock. Namun, tantangan dalam mendapatkan anoda titanium mendorong para peneliti untuk mencari alternatif, seperti campuran karbon dan semen portal yang menunjukkan hasil baik tanpa merusak biota laut.

Prof. Neviaty menambahkan strategi rehabilitasi dan restorasi untuk memulihkan resiliensi dan kondisi kesehatan karang.

“Dengan upaya bersama, kita dapat memastikan terumbu karang tetap mempesona dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat pesisir dan Indonesia,” tutupnya. [] Ricky

Baca juga  Sepekan Ini, Rata-rata Tertular Covid-19 di Kota Bogor 31 Per Hari
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top