Gheisya Ramadhani Isfahani

Gheisya, Gadis Cilik Asal Subang Terpilih Jadi Bintang Jaipong Jawa Barat

BOGOR-KITA.com, SUBANG – Gheisya Ramadhani Isfahani penari dari Sanggar Tari Nay Sunda Subang di bawah binaan Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, terpilih menjadi Bintang Jaipong Jawa Barat, dalam Pasang Giri Jaipong Tingkat Jawa Barat, memperebutkan piala Wali Kota Bandung..

Gheisya mampu menyingkirkan puluhan peserta dari Kabupaten/Kota di Jawa Barat, yang ikut tampil dalam Pasang Giri Jaipong tingkat Jawa Barat yang digelar di Kiaracondong Kota Bandung, Minggu (5/1/2020) sore

Rezantia orangtua Gheisya mengatakan, prestasi yang diraih anaknya di ajang Pasang Giri Jaipong tingkat Jabar ini, mendapat suport dan dukungan moril dari Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Ambu Indung Budak Noviyanti Maulani pengasuh Sanggar Tari Nay Sunda Subang, serta peran dari pelatih Andri Nugraha.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada pengasuh Sanggar Nay Sunda Subang Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Ambu Indung Budak Noviyanti Maulani dan pelatih Kang Andri Nugraha, yang sudah mensuport Gheisya, sehingga Gheisya berhasil meraih prestasi terbaik di tingkat Jabar, menjadi Bintang Jaipong Jawa Barat, sekali lagi hatur nuhun pisan Ambu dan Kang Andri, terlebih kepada Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi,” ujar Rezantia kepada wartawan di Subang, Minggu (5/1/2020) malam.

Dengan terpilihnya Gheisya menjadi Bintang Jaipong Jawa Barat Rezantia selaku orangtua berharap, mendapat pengakuan dari Pemkab Subang, atas prestasi yang diraih anaknya itu. Meski masih berusia 10 tahun dan masih duduk di Kelas 4 SDN Perumnas 1 Subang, namun sudah memiliki prestasi yang tidak kalah dengan anak-anak yang sudah duduk di sekolah SMP, maupun SMA sederajat.

“Saya sih ingin, ada pengakuanlah dari pemerintah, khususnya dari Pemkab Subang, karena banyak yang sudah berprestasi mengangkat dan mengharumkan nama baik daerah, tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu Andri Nugraha pelatih tari Gheisya di Sanggar Tari Nay Sunda Subang mengaku bangga, apa yang sudah diraih anak didiknya itu di ajang Pasang Giri Jaipong tingkat Jawa Barat. Diharapkan prestasi Gheisya terus berlanjut ke tingkat nasional, bahkan internasional.

“Saya sebagai pelatih nari Gheisya ikut bangga apa yang sudah Gheisya raih,” ucap Andri.

Andri juga menyebutkan, Gheisya pantas terpilih menjadi bintang jaipong Jawa Barat, karena di antara anak didiknya di Sanggar Tari Nay Sunda Subang, Gheisya merupakan murid yang paling aktif, dan memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi.

“Dari awal saya sudah menduga, bahwa Gheisya bakal menjadi yang terbaik di Pasang Giri Jaipong tingkat Jabar di Kota Bandung itu, karena ia anak yang paling aktif dan memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik, sudah ada dalam diri Gheisya,” terangnya.

Pernyataan serupa disampaikan Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Ambu Indung Budak Noviyanti Maulani, apa yang sudah ditorehkan Gheisya, membawa harum Sanggar Tari Nay Sunda Subang dan Galuh Pakuan serta Pemkab Subang. Karena Gheisya tampil di Pasang Giri Jaipong tingkat Jabar di Kota Bandung itu, atas nama Sanggar Tari Nay Sunda Subang di bawah binaan LAK Galuh Pakuan, yang mewakili Kabupaten Subang. Sehingga atas prestasi Gheisya itu, Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi sudah menyiapkan hadiah spesial buat Gheisya.

“Ya sudah selayaknya Bupati Subang Pak Ruhimat, tidak hanya memberikan apresiasi atau penghargaan, tetapi perhatian terhadap seniman cilik yang sudah membawa harum Subang di tingkat Jawa Barat. Jika tidak, sangat terlalu, kalau dari Galuh Pakuan, Kang Raja sudah menyiapkan hadiah buat Gheisya, tahu berupa apa ? yang penting ada, dan hadiah itu sebagai bentuk apresiasi dari Raja Galuh Pakuan,” kata Noviyanti.

Noviyanti juga berharap dan mendo’akan Gheisya, ketika nanti mewakili Jawa Barat di tingkat nasional, kembali bisa menjadi yang terbaik, sehingga kedepan dapat mewakili Indonesia di ajang internasional.

“Insya Allah akan saya suport dan dukung terus, apa yang menjadi cita-cita Gheisya, Galuh Pakuan selalu terdepan dalam hal melestasikan, dan menjaga seni dan budaya, karena seni dan budaya harus kita jaga kelestariannya jangan sampai punah, tergerus era globalisasi,” pungkasnya. [] Ahya



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *