Kota Bogor

Gerebek Praktik Prostitusi di Apartemen, Bima Arya Banjir Pujian

BOGOR-KITA.com – Langkah Pemerintah Kota Bogor membongkar praktik prostitusi online di sebuah apartemen, beberapa waktu lalu, mendapatkan dukungan dari tokoh agama hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Menurut Anggota DPRD Kota Bogor, Mardinus Haji Tulis, tingkat kenakalan remaja cukup berbahaya. Tidak hanya soal tawuran dan narkoba, juga praktik prostitusi.

“Yang membuat miris adalah alasan mereka bukan sekedar kebutuhan ekonomi, tetapi sudah ke arah pemenuhan kebutuhan untuk gaya hidup,” ungkap Mardinus.

Mardinus memuji apa yang dilakukan oleh Walikota Bogor Bima Arya beberapa waktu lalu yang menggerebek anak remaja yang tertangkap melakukan praktik prostitusi di salah satu apartemen di Kota Bogor.

Baca juga  DPRD Nilai Pemkot Tak Matang Tata PKL

“Saya pikir itu tindakan yang perlu diapresiasi ya. Sejauh walikota melibatkan Satpol PP dan kepolisian, beliau punya hak  untuk menggerebek praktik-praktik seperti itu. Harus ada tindakan tegas. Apa yang dilakukan walikota sudah betul, tinggal konsistensinya agar praktek prostitusi di apartemen tidak terjadi lagi,” ujar pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Hanura di DPRD Kota Bogor ini.

Mardinus juga meminta Pemkot Bogor untuk memeriksa pengelola apartemen, mengingat dari informasi yang ia terima apartemen tersebut bisa disewa harian.

“Kalau memang benar, ada penyalahgunaan aturan sewa apartemen, saya meminta untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pengelola tidak boleh sembarangan menyewakan atau menitipkan kepada agen unit apartemennya. Apalagi yang hanya sewa harian dan mingguan,” jelasnya.

Baca juga  Rapat Paripurna Istimewa DPRD Diwarnai Dengan Berbagai Penghargaan

Dkungan juga dilontarkan oleh  Penanggung Jawab Yayasan Islamic Center (YIC) Al Ghazaly, Ustadz Turmudi Hudri. Menurutnya, walikota memiliki kewajiban untuk memberikan rasa aman, nyaman dan damai di wilayah yang ia pimpin.

“Semuanya dalam hal itu adalah tugas dan kewajiban walikota dunia akhirat yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. Walikota menindak langsung praktek prostitusi online itu ya kewajiban. Nah, yang perlu digaris bawahi, dalam tindakan nahi munkar ini, bagaimana mestinya. Yang terbaik nahi munkar bil ma’ruf (perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat). Saya kira beliau masih bertindak manusiawi. Dan melindungi maqashid syariah (tujuan hukum Islam), yaitu hifdzun nasl,” beber Ustadz Turmudi.

Baca juga  'LBH KBR Desak DPRD Audit Setoran Parkir Swasta ke Pemkot

Kenakalan remaja semacam itu, lanjut Turmudi, banyak faktor penyebabnya. Yang paling mendasar adalah lingkungan sekitar, keluarga, pendidikan dan pola pikir. Mesti ada kerjasama antara ulama, umara, warga masyarakat juga lingkungan keluarga dalam memperkuat nilai-nilai agama.

“Pendidikan bukan hanya memberikan asupan gizi ke otak, tetapi juga asupan gizi untuk kecerdasan emosi dan gizi untuk kecerdasan rohani. Itu paling penting,” tambahnya. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top