Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan, Dr. Hendro Sasongko, Ak.,M.M.,CA.

Dr Hendro Sasongko Dukung Bupati Bogor Prioritaskan Pembangunan di Pedesaan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Saya setuju dengan konsep pembangunan daerah berbasis pedesaan, apalagi untuk daerah daerah di mana wilayahnya (desa-nya) memiliki sumberdaya alam, seperti pertanian, pertambangan atau pariwisata. Pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya sumberdaya ini secara terukur dan berkonsep sustainability (keberlanjutan) serta dikemas dalam koridor kearifan lokal (local wisdom), akan mendukung peran desa desa sebagai soko guru pembangunan daerah.

Demikian dikemukakan ekonom Dr Hendro Sasongko yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan (FE Unpak) Bogor, menanggapi pernyataan Bupati Bogor Ade Yasin dalam seruannya jelang pilkades serentak yang digelar 3 Nopember 2019.

Dalam seruannya Ade Yasin antara lain mengatakan, “Saya tidak saja berkeinginan besar dan merasa bertanggung jawab mengembangkan potensi-potensi ekonomi yang ada di seluruh desa untuk menyejahterakan rakyat Kabupaten Bogor, tetapi juga untuk mengayomi atau menyiapkan masyarakat desa agar tidak kalah bersaing dengan masyarakat perkotaan yang masuk ke pedesaan, sekaligus mempersiapkan masyarakat desa agar tidak menjadi korban, sebaliknya menjadi pelaku cerdas yang dapat memetik keuntungan besar dari teknologi informasi yang masuk ke desa secara masif tak terbendung.”

“Desa, relatif resisten terhadap gejolak atau dinamika ekonomi model perkotaan, karena proficiency dan resilience (ketahanan dan kemandirian) berbasis budaya dan local wisdom. Di lain pihak, kita tidak dapat menghindari disrupsi teknologi industri dengan berbagai versinya, bahkan jika harus masuk ke wilayah wilayah pedesaan, karena ini suatu keniscayaan,” kata Dr Hendro Sasongko kepada BOGOR-KITA.com, di Bogor, Selasa (5/11/2019).

Yang perlu dilakukan, imbuhnya, adalah bagaimana desa tidak menjadi obyek wabah teknologi tersebut, namun tetap harus berposisi sebagai subyek selama proses new-wave tersebut.

Sebagai contoh, bagaimana teknologi informasi dimanfaatkan untuk memperoleh akses pasar, akses keuangan, mempercepat arus produksi, menjaga mutu melakukan survei pasar dan informasi terkini mengenai trend pasar.

Sebagai contoh, belum lama ini ada upaya ekspor produk lokal (UKM) dari Kabupaten Bogor ke Rusia dengan Pemkab Bogor sebagai fasilitator.

“Untuk selanjutnya, pelaku UKM, yang notabene berasal dari pedesaan, tidak bisa hanya bergantung pada fasilitas atau bantuan dari pemkab saja, harus mandiri, dan di sinilah pentingnya peran teknologi informasi, dan tentunya di sinilah pula peran SDM Pedesaan yang memiliki wawasan entrepreneurship dan mampu memanfaatkan teknologi informasi tersebut,” tutupnya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *