e-Marketing atau penjualan online.

Dekan FE Unpak: Kembangkan UKM, Pemkab Bogor Jangan Lupakan e-Marketing

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sekali lagi kita perlu beri apresiasi kepada PemKab Bogor atas upaya mengembangkan sektor Koperasi dan UKM melalui kemitraan dengan lembaga keuangan, pihak pengusaha retail, dan bahkan industri manufaktur seperti Indocement.

Hal ini dikemukakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan (FE Unpak) Bogor Dr Hendro Sasongko terkait MoU antara Pemkab Bogor dengan 7 gerai di sela acara Gebyar Temu 1.001 UKM di Gedung Tegar Beriman, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (5/11/2019).

“Jelas, skema kemitraan yang dibangun adalah dari aspek pembiayaan (financing), aspek kanal pemasaran dan (mungkin) model CSR karena melibatkan perusahaan manufaktur,” kata Dr Hendro.

Dikatakan, aspek pembiayaan dan pemasaran, jelas merupakan aspek-aspek determinan dalam skema pengembangan koperasi dan UKM, dan dalam hal ini Pemkab Bogor menjalankan fungsi empowering (pemberdayaan) sektor tersebut dalam rangka pelaksanaan Panca Karsa yang telah menjadi program utama Kabupaten Bogor.

Yang perlu dipahami adalah, masih ada aspek-aspek lain yang berperan dalam pengembangan Koperasi dan UKM, seperti SDM, kualitas produksi dan teknologi, termasuk teknologi informasi.

Sebagai contoh, Alfamart memang bisa berfungsi dalam mata rantai pemasaran. Namun jangan dilupakan model pemasaran yang sedang berkembang pesat saat ini, yaitu e-marketing atau penjualan online.

“Artinya, pelaku Koperasi dan UKM juga harus diberi pengetahuan mengenai model bisnis terkini,” kata Dr Hendro.

Dalam aspek pembiayaan, salah satu hambatan utama adalah syarat collateral (jaminan) yang belum tentu dimiliki oleh Pelaku UKM, dan jika lembaga keuangan tidak mensyaratkan jaminan, maka masalah lainnya adalah tingkat bunga atau imbal hasil yang dirasakan masih tinggi, kecuali untuk skema kredit tertentu seperti KUR.

Melihat cukup beragamnya pihak lembaga keuangan yang terlibat dalam kemitraan tersebut, maka tetap dibutuhkan peran pemerintah sebagai katalisator.

Aspek SDM juga sangat penting, khususnya dalam rangka menumbuhkan jiwa entrepreneurship.

“Oleh sebab itu, Pemkab Bogor perlu untuk menggandeng pihak-pihak lain seperti asosiasi pengusaha (Kadin, Hipmi, dll) atau bahkan lembaga pendidikan yang relevan dengan aspek-aspek yang menjadi determinan pengembangan koperasi dan UKM,” tutupnya.[] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *