Laporan Utama

Dari Orange Masuk Zona Merah, 19 Daerah Jadi Sorotan, 2 di Jabar

Prof. Wiku Adisasmito

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Perkembangan penanganan Covid-19 pekan ini ditandai masuknya 19 daerah dari zona dengan risiko lebih rendah ke zona risiko tinggi atau zona merah.

Hal ini dikemukakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, melalui konferensi pers secara daring, Selasa (10/11/2020).

Prof Wiku mengemukakan, yang menjadi sorotan pekan ini adalah 19 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah tersebut, seharusnya bisa berpindah ke zona kuning. “Apabila masyarakat dan pemerintah daerah lengah, maka kabupaten/kota di zona oranye dapat berpindah ke zona merah. Dan ini terjadi pada 19 kabupaten/kota pekan ini. Ini menunjukkan pemerintah daerah dan masyarakatnya benar-benar lengah,” tegas Wiku.

Baca juga  Pemkot Bogor Tata Simpang Jembatan Layang Ceger dengan Dana CSR Summarecon

Dua dari 19 daerah yang masuk zona merah dari zona orange itu adalah daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat, yakni Karawang dan Bekasi.

19 daerah dari zona orange yang masuk zona merah itu sebagai berikut,

-Kota Bengkulu,

-Bantul,

-Karawang,

-Bekasi,

-Cilacap,

-Magelang,

-Karanganyar,

-Semarang,

-Kota Tegal,

-Tanah Bumbu,

-Kotawaringin Timur,

-Sukamara,

-Sumbawa,

-Kota Bima,

-Kota Kupang,

-Banggai Kepulauan,

-Kota Tomohon,

-Tanah Datar dan

-Kota Gunungsitoli.

Prof Wiku meminta 19 daerah ini harus segera mengevaluasi penerapan protokol kesehatan. Karena perpindahan zona ke arah yaang lebih berisiko harusnya dapat dihindari. Masyarakat harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Sementara pemerintah setempat menegakkan disiplin kepada masyarakat yang masih abai protokol kesehatan.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Masih Tinggi, 92, Sembuh 68, Positif Aktif Meningkat Jadi 810 Orang

“Selain itu tingkatkan 3T bagi pemerintah daerah. Sehingga deteksi dini dapat dilakukan pada mereka yang positif dan kontak terdekatnya, serta pelayanan pasien dapat dilakukan lebih dini dan meningkatkan peluang untuk sembuh. Ingat penanganan Covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama,” pesan Wiku. [] Admin/covid19.go.id

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top