Yusfitriadi, Direktur Demokracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia.

Calon Sekda Kota Bogor Harus Mampu Imbangi Bima Arya yang Atraktif

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Yusfitriadi yang dikenal sebagai  pengamat sosial dan politik kritis, angkat bicara soal Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor dan 6 calon yang sudah lolos seleksi administratif, salah satunya akan menggantikan Ade Sarip Hidayat yang segera pensiun.

“Walikota Bogor Bima Arya sangat atraktif dalam memimpin Kota Bogor, bahkan sangat mungkin lebih banyak orientasi politisnya dibandingkan memperkuat kinerja kinerja pemerintahan yang substansial.  Oleh sebab itu sangat perlu sosok yang mampu mengimbangi dan mempunyai kapasitas yang kuat dalam mengharmonisasikan irama kerja seluruh elemen yang ada di pemerintahan Kota Bogor,” kata Yus, sapaan akrab Yusfitriadi kepada BOGOR-KITA.com, Selasa (25/8/2020).

Yus mengawali pernyataannya dengan, syukurlah akhirnya ada juga yang berminat menduduki posisi penting sebagai sekretaris daerah (sekda) di Pemerintahan Kota Bogor. Disebut posisi penting karena peran yang dimainkan oleh sekda sangat strategis,” kata Yus.

Yus mengemukakan,  selain harus memahami orientasi kepala daerah, sekda juga harus mampu menjadi konsolidator atas semua satuan kerja perangkat daerah atau SKPD yang ada di pemerintahan tersebut.

Baca juga  Bima Punya Diskresi Melibatkan Pihak Ketiga dalam Pansel PD PPJ

Di tangan sekda lah irama kinerja yang harmonis dikonsolidasikan, agar berbagai elemen yang ada di pemerintahan daerah bekerja dalam satu orientasi yang sudah ditetapkan dalam bentuk visi dan misi pemerintah daerah.

“Termasuk dalam hal ini Sekda Kota Bogor. Kalau persyaratan administratif, saya pikir sudah bukan lagi menjadi masalah yang harus diperdebatkan karena sudah menjadi ketentuan baku yang sudah diatur oleh perundang-undangan. Namun yang harus menjadi pertimbangan adalah kapasitas dan integritas,” kata Yus lagi.

Kapasitas yang saya maksud, imbuhnya, adalah bahwa sekda di Kota Bogor harus mampu menerjemahkan berbagai orientasi yang sedang diarahkan oleh walikota terutama dalam capaian kinerja yang sudah direncanakan.

Karena kita sudah sama sama paham bahwa Walikota Bogor saat ini sangat atraktif dalam memimpin Kota Bogor, bahkan sangat mungkin lebih banyak orientasi politisnya dibandingkan memperkuat kinerja kinerja pemerintahan yang substansial.

Kondisi itupun harus dipahami oleh semua SKPD yang ada di lingkungan pemerintahan Kota Bogor. Sehingga bisa kita bayangkan perlunya sosok yang mempunyai kapasitas yang kuat dalam mengharmonisasikan irama kerja seluruh elemen yang ada di Kota Bogor.

Baca juga  Dinobatkan Sebagai yang Terbaik Se-Jabar, Jadi Motivasi Bagi Pengurus UP2K

Ada 6 calon yang sudah lolos seleksi administratif.

1) Denny Mulyadi (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bogor)

2) Firdaus (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bogor)

3) Hanafi (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor)

4) Herry Karnadi (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor)

5) Irwan Riyanto (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor)

6) Syarifah Sofiah Dwikorawati (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor)

Yus mengatakan, 6 calon ini sudah bisa dipastikan tidak ada masalah dalam persyaratan administratif.

“Namun ketika masuk ke hal yang bersifat kapasitas dan integritas, tentu tidak akan bisa digambarkan hanya dengan porto polio calon, namun harus melihat track record calon tersebut,” katanya.

Terkait enam nama itu Yus mengatakan hanya mengenal kenal Syarifah Sofiah Dwikorawati.

“Ibu Syarifah yang saat ini menjabat Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor. Sehingga bagi saya lebih menarik membicarakan kenapa Ibu Syarifah bisa mendaftar sekda di Kota Bogor?

Baca juga  Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman Pamit  

Saya pikir bukan tanpa faktor yang melatarbelakanginya. Saya melihat sosok Ibu Syarifah cukup mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk menduduki posisi sekda baik di kota maupun di Kabupaten Bogor.

“Selama ini Ibu Syarifah termasuk ASN senior mengabdi di Kabupaten Bogor, namun tiba-tiba tertera namanya sebagai salah satu kandidat Sekda Kota Bogor, tentu menjadi pertanyaan banyak pihak. Walaupun tentu saja hanya yang bersangkutan yang memahami kondisi apapun. Namun sangat wajar ketika banyak pihak mempertanyakan hal tersebut,” tutup Yus. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *