Presiden Jokowi Minta Maaf Tidak Hadir Dalam Pesta Rakyat Cap Go Meh (CGM) - Bogor Street Fest 2017

Bogor Street Festival CGM 2017 Ajang Pemersatu Berbagai Perbedaan

BOGOR-KITA.com – Sesaat sebelum Cap Go Meh 2017 resmi dimulai, lima orang pemuka agama dari lima agama berbeda membacakan doa sesuai agamanya masing-masing. Beberapa kesenian dari berbagai budaya juga berbaur menghibur masyarakat. Ajang tahunan yang sudah digelar sebanyak 15 kali ini membuktikan jika perayaan CGM menjadi ajang pemersatu dari berbagai perbedaan. Hal ini juga dirasakan beberapa warga yang turut hadir menyaksikan CGM 2017.

Salah seorang warga asal Cibinong, Arifin, mengaku senang bisa menyaksikan CGM meski hujan mengguyur Kota Bogor hampir seharian. Menurutnya, acara ini sangat merepresentasikan keberagaman yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Ada marawis, ada tari-tari sunda, ada budaya tionghoa. Semua berbaur jadi satu. Memang seperti ini seharusnya, rukun,” kata Arifin di sela-sela perayaan CGM.

Arifin menuturkan, acara ini menjadi bukti jika perbedaan bukan halangan untuk bersatu. Keberagamam yang ada justru menambah semarak acara dengan keunikannya masing-masing.

“Saya bersyukur bisa merasakan keberagaman ini di tengah situasi politik yang memanas dan ujaran kebencian yang mudah ditemui dimana-mana, ” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Bantarjati Shari Cinintya Lestari mengatakan, acara CGM sangat menarik karena memberikan alternatif hiburan kepada warga. Selain itu event tahunan ini sekaligus menjadi sarana edukatif dengan menampilkan beragam nilai budaya Bogor yang dipadukan dengan budaya tionghoa.

“Saya senang lihat barongsai dan parade-paradenya,” imbuhnya.

Shari menambahkan, ajang CGM ini turut menghidupkan kembali budaya Bogor yang mulai pudar. Penonton yang datang bisa sekaligus belajar budaya tarian sunda dan bisa ikut mencintai serta melestarikan budaya tersebut.

“Baru sekali datang ke CGM tapi saya berharap tahun depan saya bisa datang ke acara ini lagi,” pungkasnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *