Bima Arya memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Konsultasi Publik RPJMD 2019-2024 di Hotel Zest jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (2/5/2019).

Bima:  RPJMD Jangan Copy Paste

BOGOR-KITA.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, berbicara pembangunan yang paling menantang itu bagaimana membumikan gagasan dan bagaimana memberi kaki pada mimpi serta menjalankan program dengan hati.

“Itu kuncinya,” katanya saat memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Konsultasi Publik RPJMD 2019-2024 di Hotel Zest jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (2/5/2019).

Dia melihat, di daerah-daerah banyak sekali rencana pembangunan yang hanya copy paste dari tahun ke tahun. Tragisnya adalah visi misi gagasan besar dari kepala daerah tidak sampai ke bawah.

“Kenapa hal itu bisa terjadi, karena proses perencanaan yang eksklusif dan mekanistik. Jadi hanya eksklusif saja, tidak dibuka, hanya copy paste dan mekanis saja. Tidak ada gagasan dan sentuhan baru,” jelasnya.

Bima menekankan, poin nomor satu ia, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat akan memelototi satu persatu dan semua rangkaian proses. Sehingga bisa dipastikan mimpi dan gagasan besar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor selaras dengan rencana kegiatan.

“Itu yang pertama,” katanya.

Poin kedua, kenapa gagasan tidak bisa dibumikan sambungnya, karena tidak dijalani dengan hati. Jadi Kepala Dinas pun harus dengan hati menjabarkan satu persatu.

“Kalau tidak ya amburadul. Semua rencana kegiatan nafasnya, berbeda dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” ujarnya.

Oleh karena itu proses konsultasi publik hakekatnya adalah untuk memastikan agar proses perencanaan ini tidak eksklusif, tidak salah kepentingan dan tidak hanya menggugurkan kewajiban.

“Jadi kami ingin proses perencanaan ini se-inklusif mungkin. Prinsip itulah menurut kami yang paling utama pada dan penting untuk memastikan kemudian publik ikut mengawasi,” jelasnya.

Pembangunan itu mulai dari perencanaan, perumusan, pelaksanaan dan pengawasan dan semuanya tidak boleh eksklusif. Harus melibatkan warga.

“Kalau tidak kita akan kalah dengan kota-kota lain,” sebutnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, perwakilan dari Kemenpan RB, Bappenas, Kepala Bappeda, jajaran kepala Dinas, Camat dan unsur masyarakat. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *