Kota Bogor

Bima Harap Presiden Jokowi Perhatikan Sungai Ciliwung

Bima Arya di Pintu Air Manggarai/ Prokompim

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian kepada Sungai Ciliwung yang kerap menyebabkan banjir di Jakarta.

Hal itu dikemukakan Bima Arya usai menuntaskan ekspedisinya dalam waktu 16 jam dalam pengarungan Sungai Ciliwung sepanjang 70 kilometer menggunakan perahu karet tepat di Hari Pahlawan 10 November 2020 dan Hari Ciliwung 11 November 2020.

Pintu Air Manggarai, Jakarta, menjadi titik akhir ekspedisi Bima Arya dan tim setelah sebelumnya melintasi wilayah mulai dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Tidak sekedar pengarungan, ada misi yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut.

“Kalau kita sama-sama serius membuat Ciliwung ini bersih, kemudian air itu terserap di hulunya, terserap di Kabupaten Bogor, terserap di Kota Bogor, terserap di Kota Depok, (aliran air) yang ke Jakarta juga akan semakin berkurang,” tandasnya.

Di Kota Bogor, lanjut Bima, sudah melakukan sejumlah program terkait lingkungan. Selain menerapkan program pengurangan penggunaan kantong plastik di retail modern, juga membentuk Satgas Ciliwung.

Baca juga  Jemaat Gereja Santo Fransiskus Asisi Dukung Program Botak

“Kami melakukan apa yang bisa dilakukan di Kota Bogor. Ada Satgas Ciliwung yang tugasnya bersihkan sampah, normalisasi saluran air, edukasi kepada warga. Tapi data yang kami dapat ini akan kami sampaikan kepada kepala daerah masing-masing. Kelihatannya kita perlu banyak dibantu juga di wilayah Depok. Karena kalau Depok sampai Jakarta ini tergarap, banjir Jakarta akan jauh lebih berkurang,” terang Bima.

Selain itu, kata Bima, ada hal jauh lebih penting lagi, yakni membangun infrastruktur untuk membentuk kultur. “Jadi kampung-kampung di situ dibangun IPAL-nya, dibangun sistem sampahnya, supaya orang tidak buang sampah sembarangan, tidak buang air sembarangan. Kan tidak mungkin melarang orang buang sampah tapi tempat sampahnya tidak ada, melarang warga buang air tapi IPAL-nya tidak dibangun,” jelasnya.

“Ini PR kita. Dan kami ingin sampaikan juga kepada bapak Presiden, Kementerian PUPR, supaya Ciliwung ini diperhatikan betul. Ciliwung ini urusan bersama. Kalau kita serius di hulu tapi di hilirnya tidak, ya percuma. Serius di hilir tapi di hulunya tidak ya juga sama saja. Saya optimistis bisa karena banyak komunitas, banyak penggiat lingkungan hidup, banyak warga juga yang siap membantu, tadi pada semangat ya. Tinggal pemerintahnya mendorong,” tutup Bima.

Baca juga  Muspida Sepakat Ciptakan Kota Bogor yang Aman, Nyaman dan Kondusif

Dalam pengarungan tersebut, diikuti 12 perahu karet dari Bogor ke Depok yang berisikan para penggiat lingkungan, seperti Komunitas Peduli Ciliwung dan Satgas Ciliwung serta didukung oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan unit rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Tiba di Depok, tim memutuskan untuk bermalam dan melanjutkan ekspedisi hari kedua dari Depok menuju Pintu Air Manggarai, Jakarta. Pada hari kedua ini tim dibantu perahu bermotor untuk memudahkan pengarungan karena alirannya sangat datar. Sesekali perahu motor yang ditumpangi tim harus mati mesin karena tersumbat sampah. Hingga pada akhirnya tim tiba Pintu Air Manggarai. [] Hari/prokompim

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top