Bima Arya menjadi pembicaraadalam acara General Secretary Annual Meeting (GSAM) 2019 yang mengusung tema “Collaborate to Accelerate” di Tiger Ballroom, Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor, Kamis (28/2/2019).

Bima Arya: Mengubah Mindset Kunci Utama Birokrasi Inovatif

BOGOR-KITA.com – Mengubah mindset menjadi hal yang pertama untuk mendorong birokrasi untuk berinovasi. Saat ini  birokrasi ditantang untuk membuat inovasi dan diajak untuk memahami hubungan antara inovasi dengan karier.

Hal ini dikemukakan Walikota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam acara General Secretary Annual Meeting (GSAM) 2019 yang mengusung tema “Collaborate to Accelerate” di Tiger Ballroom, Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor, Kamis (28/2/2019).

“Jika birokratnya kreatif menciptakan inovasi dan mau bekerja keras, maka akan ada berdampak bagi dirinya maupun institusinya. Saya sadar dalam mendorong birokrasi untuk berinovasi, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus kolaborasi semua pihak. Inovasi lahir dari kolaborasi dan dalam penerapannya harus memiliki strategi,” kata Bima.

Bima kemudian membeberkan sejumlah inovasi selama menjadi Walikota Bogor. Antara lain, kampung tematik, SMART, Anjas Go Clear, SIMTARU dan SITANDUK. Bahkan, inovasi Sekolah Ibu di Kota Bogor menjadi program resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Inovasi yang diterapkan, tegas Bima, harus diperkuat dengan regulasi agar ke depan terus berkesinambungan. Selain itu, penerapannya yang baik dan benar menghasilkan prestasi dan apresiasi dari berbagai pihak.

Inovasi kampung tematik, kata Bima, terkait dengan naturalisasi Ciliwung yang melintas di tengah Kota Bogor. Melalui  kampung tematik, Ciliwung akan dijadikan kawasan wisata air terintegrasi.

Bima yang hadir bersama Erik Suganda, Ketua CSR Kota Bogor mengundang rekan CSR untuk meninggalkan legacy yang tujuannya bukan untuk sekadar membangun infrastruktur namun juga membangun kultur, karenanya CSR harus masuk secara substantif.

“Kampung tematik harus berdampak pada kualitas hidup, infrastruktur dibangun untuk mendukung hal tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini, Bima menyebutkan bahwa Pemkot Bogor tidak bisa sendiri dalam melaksanakannya, perlu adanya kolaborasi dengan pihak lain untuk mengakselerasikannya. Salah satunya melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada bahgian awal paparannya, diputar video singkat profil dan Bogor Street Festival 2019 yang menurut Bima kedua video merupakan gambaran yang sedang dilakukan Pemkot Bogor, yakni mengembalikan hijau dan sejuknya Kota Bogor serta membangun kebersamaan di tengah keberagaman warga Kota Bogor.

“Kebersamaan yang ditampilkan dalam video menggambarkan warisan yang sudah diupayakan dan diwariskan sejak ratusan tahun silam,” ujarnya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *