Kab. Bogor

Ade Yasin Jelaskan Latar Belakang Samisade Demi Pemulihan Ekonomi

ade yasin

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin menjabarkan latar belakang diluncurkannya program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) saat diwawancarai secara eksklusif oleh RRI Bogor, di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (6/12/2021). Menurutnya, walaupun ada bantuan berupa Bansos, dan bantuan tunai lainnya untuk UMKM dan yang terkena PHK, tetapi perlu cara yang lain untuk pemulihan ekonomi.

“Angka kemiskinan di masa pandemi meningkat, pada tahun 2020 selain Bansos juga ada langkah pemulihan ekonomi berupa bantuan-bantuan tunai, baik untuk UMKM, juga untuk yang terkena PHK. Tetapi uang itu begitu saja, begitu dikasih, sudah selesai sampai di situ. Penduduk Kabupaten Bogor itu banyak sekali, kemungkinan tidak tercover semua, sehingga banyak yang merasa tidak diperhatikan karena tidak kebagian, sehingga tidak cukup ditangani hanya dengan Bansos, karena berapapun bansos yang kita turunkan ini tidak akan cukup,” terang Ade Yasin.

Baca juga  Ade Yasin Kerahkan 50 Truk Angkut Sampah Kali Bambu Kuning

Ade Yasin menambahkan, kita harus punya strategi pemulihan ekonomi. Kita bersebelahan dengan ibu kota Jakarta, sebelahan dengan Kota Bekasi, Kota Depok, jangan sampai Kabupaten Bogor itu infrastruktur desanya tidak terperhatikan. Kita kan harus beda, karena kita bersebelahan dengan Jakarta, jadi walaupun statusnya desa tetapi penanganan infrastrukturnya harus sama dengan kota.

“Akhirnya kami menganggarkan Samisade ini dalam rangka pemulihan ekonomi. Jadi membangun infrastruktur untuk pemulihan ekonomi, karena di desa ini kan banyak yang akhirnya tidak kerja karena masa pandemi. Bagaimanapun ketika pandemi ini selesai, masyarakat akan bertanya, “Bupati kerjanya apa sih, ngurusin Covid tapi infrastruktur nggak dibenahi”. Berarti keduanya harus jalan, penanganan Covid harus jalan, pembangunan infrastruktur juga harus jalan,” ungkap Ade Yasin yang juga Wakil Ketua Umum APKASI.

Baca juga  Omzet Ekspor Tanaman Hias se-Kabupaten Bogor Capai Rp300 Juta Per Hari

Ade Yasin yang punya background praktisi hukum, menjelaskan, ada sebagian pendapat di masyarakat, tidak paham, seolah-olah dari Samisade, pak Kades dapat uang. Padahal uang itu untuk membangun infrastruktur desa, transparansi pengelolaan anggaran yang paling penting. Jadi masyarakat juga tidak bisa begitu saja minta ini, minta itu, uang itu hanya untuk membiayai infrastruktur yang dibangun, di luar itu tidak boleh, dan ini ada peraturan Bupatinya.

“Program Samisade ini harus diamankan oleh semua pihak, kalau kita lihat hanya satu miliar per desa, mungkin itu tidak terlalu besar. Tapi jika ada 416 desa, jadi 416 miliar, itu uang yang sangat besar sehingga perlu pengamanan yang ketat, penanganan yang aman. Penggunaannya tidak boleh hanya karena keinginan kepala desa saja, harus dibahas di forum musyawarah desa biar semua masyarakat terlibat,” jelas Ade Yasin.

Baca juga  Desa Bendungan Ingin Jadi Desa Tujuan Wisata

Kemudian, ujar Ade Yasin, Samisade ini padat karya, selain dalam rangka pemulihan ekonomi, ini juga untuk mengurangi pengangguran, jadi Samisade ini tujuannya tidak hanya membangun infrastruktur tapi juga mengangkat semua indeks ekonomi yang ada di Kabupaten Bogor. Semua tergantung dari kepala desa sendiri, bagaimana bisa memanfaatkan Samisade dengan tepat, cermat, dan cerdas. [] Hari/Diskominfo

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top