Kab. Bogor

Asap Karhutla Berpotensi Kembali Masuk Jabodetabek, Gunung Salak dan Pangrango Sempat Terselimuti

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Kabupaten Bogor berpotensi kembali terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah. Perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang memungkinkan asap terbawa hingga kawasan Jabodetabek.

Kepala BMKG Citeko Cisarua, Fatuhri, mengungkapkan, sebaran asap karhutla sebelumnya tidak hanya terdeteksi di wilayah DKI Jakarta, tetapi juga sempat terlihat di kawasan Gunung Salak dan Gunung Pangrango.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa asap kebakaran dapat menjangkau wilayah yang cukup jauh dari lokasi sumber kebakaran, bergantung pada kondisi atmosfer dan pergerakan angin.

“Beberapa waktu lalu, saat pagi hari ketika kondisi udara cerah, Gunung Salak dan Pangrango sama-sama terlihat,” kata Fatuhri, Selasa (20/10/2026).

Baca juga  7.000 Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor, Oneway Diberlakukan

Meski sempat terjadi penyebaran asap, kondisi terkini menunjukkan perubahan. Berdasarkan citra satelit cuaca pada Selasa (20/10/2026) pukul 11.00 WIB, asap karhutla tidak lagi terpantau menyebar di wilayah Jakarta.

Namun, kondisi tersebut belum menjamin kawasan Jabodetabek sepenuhnya terbebas dari ancaman kabut asap. Fatuhri menjelaskan, dinamika angin yang berubah-ubah dapat kembali membawa asap ke wilayah tersebut apabila kebakaran masih berlangsung.

“Jadi, kabut asap bisa saja kembali masuk ke wilayah Jabodetabek,” terangnya

Kabupaten Bogor termasuk wilayah yang berpotensi terkena dampak apabila arah angin membawa asap menuju kawasan ini. Terlebih, selama kebakaran belum tertangani dan titik api masih meluas, peluang terjadinya penyebaran asap tetap ada.

Baca juga  Raih IGA Kemendagri 2020, Bima: Inovasi Sudah Melembaga di Pemkot Bogor

“Ya, mungkin saja nanti kabut asap masuk ke Kabupaten Bogor jika kebakaran hutan belum tertangani dan masih meluas,” tegasnya.

Sebelumnya, kemunculan kabut asap di Jakarta sempat menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan meminta Dinas Kesehatan hingga puskesmas meningkatkan pelayanan, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Potensi masuknya asap ke Bogor menjadi hal yang perlu diwaspadai, terutama jika aktivitas kebakaran terus berlanjut. Selain mengurangi jarak pandang dalam kondisi tertentu, paparan asap juga dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki masalah pernapasan.

Baca juga  Camat Parung Pimpin Penyegelan TPS Ilegal

Perkembangan kondisi angin dan sebaran asap pun menjadi faktor penting untuk memantau kemungkinan dampak karhutla terhadap wilayah Bogor dan sekitarnya. []Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top