Kab. Bogor

KP2C Apresiasi DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-sapu

BOGOR-KITA.com, BEKASI— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengerahkan Tim Katak Orange untuk menangani kematian massal ikan sapu-sapu di Kali Bekasi. Pada hari pertama penanganan, Sabtu (17/10/2026), petugas berhasil mengangkat sekitar 700 kilogram bangkai ikan di sekitar Jembatan Kemang Pratama, Kota Bekasi.

Kematian massal ikan sapu-sapu tersebut diketahui sejak Kamis (15/10/2026). Bangkai ikan yang ditemukan di aliran Kali Bekasi mulai menimbulkan bau tidak sedap dan dikeluhkan warga.

Dalam kegiatan penanganan tersebut, Tim Katak Orange DLH Kota Bekasi mengerahkan dua unit kapal listrik Sea Hamster untuk menyisir aliran sungai dan mengangkat bangkai ikan yang terkonsentrasi di sekitar Jembatan Kemang Pratama.

Baca juga  Mulyadi Sutan Sati, Ketua IKSP Jabodetabek 2020-2025

“Pada hari pertama, kami berhasil mengangkat sekitar 700 kilogram bangkai ikan sapu-sapu,” ujar Khanif, Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, yang turut menyusuri Kali Bekasi, mengapresiasi langkah cepat DLH Kota Bekasi dalam menangani kejadian tersebut.

“Kami mengapresiasi Tim DLH Kota Bekasi dalam menangani temuan ikan sapu-sapu yang mati massal di Kali Bekasi,” kata Puarman.

Menurut Puarman, DLH Kota Bekasi sebelumnya juga telah mengidentifikasi sumber pencemaran di sungai tersebut. Namun, hasil identifikasi itu, menurutnya, baru akan disampaikan setelah hasil pengujian laboratorium diperoleh.

Dalam penanganan bangkai ikan, tim juga berkonsultasi dengan pegiat ikan sapu-sapu, Arief Kamarudin. Ia menyarankan agar bangkai ikan dikubur dengan baik sehingga material organiknya berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk dan membantu menyuburkan tanah.

Baca juga  KP2C Berkontribusi Jadikan Bojongkulur Kabupaten Bogor Desa Digital Terbaik Jabar

Koordinator Tim Katak Orange DLH Kota Bekasi, Mansur, menyampaikan bahwa bangkai ikan yang telah diangkat sudah dikuburkan di bantaran Kali Bekasi.

“Kami sudah mengubur bangkai ikan tersebut sedalam dua meter di bantaran Kali Bekasi,” ujar Mansur.

Penanganan ini dilakukan menyusul keluhan warga terkait bau tidak sedap akibat bangkai ikan di aliran Kali Bekasi. Sementara itu, penyebab kematian massal ikan dan dugaan sumber pencemaran masih perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian yang berwenang.[] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top