Pria Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter di Parung, Ada Dugaan Gas Beracun
BOGOR-KITA.com, PARUNG – Seorang pria berusia 45 tahun meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 10 meter di Kampung Jati, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jumat (28/8/2026). Petugas pemadam kebakaran yang melakukan evakuasi mendeteksi adanya gas beracun di dalam sumur.
Korban diketahui bernama Mamit, warga Desa Waru Kecamatan Parung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Yudi Santosa mengatakan kejadian tersebut dilaporkan warga melalui Call Center 112 sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan laporan awal, korban terjatuh ke dalam sumur saat melakukan penggalian sekitar pukul 13.35 WIB.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Tim penyelamat tiba di lokasi pukul 14.10 WIB,” kata Yudi saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).
Petugas kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian, tepatnya di Kampung Jati RT 01/RW 07 Nomor 107. Dari hasil pemeriksaan, petugas mendeteksi adanya gas berbahaya di dalam sumur.
Yudi mengatakan kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas. Selain terdapat gas beracun, sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 meter dan merupakan ruang terbatas.
“Sementara korban berada di dasar sumur dan dalam kondisi meninggal dunia. Ini kondisi yang sangat berbahaya karena ruang terbatas, terdapat gas, dan kedalamannya sekitar 10 meter,” ujarnya.
Tim penyelamat dari Sektor Mako Cibinong dan Sektor Parung kemudian mengamankan lokasi serta menyiapkan peralatan untuk proses evakuasi.
Evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dengan menggunakan teknik mountaineering dan sistem hauling. Petugas menggunakan tripod, tali karmantel, webbing, serta self-contained breathing apparatus (SCBA) untuk melindungi personel saat bekerja di ruang terbatas.
“Fokus utama adalah keselamatan, baik keselamatan korban maupun personel,” kata Yudi.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban diserahkan kepada petugas medis untuk selanjutnya dibawa ke RS Sehat Terpadu. Proses evakuasi juga melibatkan unsur Satpol PP, Polsek, pengurus RT dan RW, serta warga setempat.
Yudi mengimbau masyarakat agar memperhatikan keselamatan saat bekerja di ruang terbatas, termasuk sumur.
“Gunakan alat pelindung diri dan pastikan sirkulasi udara aman. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi 112. Kami siap memberikan pelayanan selama 24 jam,” ujarnya.[] Fahry
