Kab. Bogor

PTPN I Regional 2 dan DLH Sepakat Kawasan Wisata Harus Kelola Sampah dari Sumbernya

BOGOR-KITA.com, Cisarua – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menyebut persoalan sampah dari sektor pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani, termasuk di kawasan wisata Puncak.

Lonjakan kunjungan wisatawan pada musim liburan turut meningkatkan timbulan sampah. Volume sampah di kawasan wisata Puncak bahkan disebut dapat meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari biasa.

Kondisi tersebut mendorong DLH Kabupaten Bogor menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, antara lain melalui keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan destinasi wisata.

Ketua Tim Pengurangan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Nur Haryanti, mengatakan keberadaan TPST diperlukan agar sampah dapat ditangani sejak dari sumber atau tingkat hulu.

Baca juga  Wabup Bogor Jaro Ade Kunjungi Korban Tanah Longsor di Sukajaya

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar di Agrowisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (19/8/2026).

Dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan sampah tersebut juga dibahas perbedaan tarif atau retribusi pengangkutan sampah yang dibebankan kepada pengelola objek wisata di kawasan Puncak.

Tarif pengangkutan sampah dari sektor pariwisata disebut berbeda dengan tarif jasa pengangkutan sampah rumah tangga yang selama ini berlaku bagi masyarakat.

Sementara itu, Asisten Manajer Legal dan Umum PTPN I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam penataan kawasan perkebunan teh yang juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

Menurut Asep, aktivitas pariwisata perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan, khususnya di kawasan perkebunan yang menjadi tujuan wisata masyarakat.

Baca juga  Covid-19 Kabupaten Bogor 13 Juni 2021: Positif 95, Sembuh 58, Kasus Aktif 604

Sejumlah pengelola objek wisata alam di kawasan Puncak telah memiliki fasilitas TPST. Namun, masih terdapat destinasi wisata yang membuang sampah ke tempat penampungan sementara (TPS) sehingga sampah berpotensi bercampur dengan sampah rumah tangga masyarakat.

PTPN I Regional 2 melalui kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas, Cisarua, juga melakukan kolaborasi dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara terpadu.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah yang dibawa ke TPS maupun tempat pemrosesan akhir (TPA) serta menjaga kebersihan kawasan wisata Puncak. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top