Regional

Yusfitriadi Pesimis Ridwan Kamil Bisa Turunkan Covid-19 Depok

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Berita Gubernur Jabar berkantor di Kota Depok untuk memantau secara lebih dekat perkembangan covid-19 di Kota Depok, menjadi berita di berbagai media, Jumat (2/10/2020).

Namun langkah ngantor di Kota Depok itu, dinilai pengamat  sosial dan politik Yusfitriadi sebagai langkah yang berlebihan.

“Berlebihan kalau gubernur harus berkantor di Kota Depok,” kata Yusfitriadi kepada BOGOR-KITA.com, Jumat (2/10/2020) malam.

Karena, kata Yus,  penanganan covid-19  bukan perkara instan. Butuh proses yang cukup panjang. “Seandainya RK berkantor di Depok pun, apa juga yang bisa dilakukan, karena memang bukan berkantor yang sesungguhnya, namun hanya dalam waktu yang sangat pendek,” kata Yus.

Ridwan Kamil mulai berkantor di Kota Depok, Jumat (2/10/2020). Namun tidak setiap hari, melainkan sekali dalam seminggu.

Baca juga  Pemerintah Pusat dan Daerah Berkoordinasi untuk Relokasi Warga Terdampak Longsor di Bogor

Kota Depok akan menggelar pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Walikota dan Wakil Walikota masing-masing mencalonkan diri dan berada dalam posisi saling bersaingan.

Terkait hal ini, Yus mengatakan, kehadiran Ridwan Kamil berkantor ke Depok mau tidak mau, pada akhirnya melahirkan stigma bahwa Pemerintah Kota Depok tidak mampu menangani perkembangan covid-19.

“Stigma seperti itu  tidak bisa dihindari, apapun faktornya,” kata Yus.

Pada akhirnya, imbuhnya, publik berspekulasi jangan-jangan Pemerintahan Kota Depok saat ini tidak ada yang mengendalikan covid-19, karena walikota dan wakil walikotanya lebih berorientasi pada pencalonannya dalam Pilkada Kota Depok 2020.  [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!