Kab. Bogor

Warga Sentul City Ragukan Kualitas Pelayanan Pemda

BOGOR-KITA.com – Perpecahan terjadi di antara warga yang tinggal diwilayah Sentul City. Hal tersebut terjadi karena disinyalir ada beberapa warga yang enggan membayar BPPL (Biaya Pengelolaan dan Perawatan Lingkungan).

Menurut warga yang enggan membayar BPPL, iuran yang ditagih oleh pengembang dinilai terlalu mahal, walaupun BPPL sudah tertuang dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). Walaupun warga enggan membayar BPPL, nyatanya semua warga masih menikmati pelayanan dari pengelola sama dengan warga yang bayar BPPL, menikmati kerapihan kawasan, kenyamanan, keamanan dan kebersihan serta pelayanan lainnya di kawasan perumahan tersebut, bukan hanya di dalam kluster tempat mereka tinggal.

Saat ini Warga Sentul City sedang cemas dikarenakan tersiar kabar terhadap PSU (Prasarana, Sarana  dan Utilitas) termasuk pengelolaan air di perumahan tersebut akan segera diserahkan oleh Developer kepada Pemkab Bogor akibat adanya putusan pengadilan, padahal warga yang membayar BPPL selama ini merasa bukan bagian dari pihak yang bersengketa di pengadilan.

“Ini kan kawasan elite dan jarang yang bagus seperti ini, mengapa kita ributkan lingkungan tempat tinggal kita sendiri,  itu sama saja men-down grade aset kita sendiri,” kata Dwi (44) yang merupakan warga Sentul City yang tidak bermasalah dengan BPPL, akhir pekan lalu.

Warga yang merasa tidak ada masalah dengan BPPL  dan pengelolaan kawasan yang selama ini dilakukan oleh pihak Developer, meragukan kesiapan dan kesanggupan Pemkab Bogor untuk mengelola kawasan Sentul City yang elite, begitu luas dan berbukit bukit. Banyak warga yang menginginkan kawasan elite ini tetap dapat dikelola oleh pihak pengelola  saat ini dengan konsep township management.

Baca juga  Persikabo U-17 Wakili Jabar Rebut Piala Soeratin di Malang

Wawan (52) yang juga memprotes kebijakan dipindah alihkan PSU, berharap apabila PSU diserahterimakan, Pemkab Bogor nantinya  tetap dapat bekerja sama mengelola PSU  dan air di Sentul City dengan  PT SGC  yang sudah mengetahui seluk beluk kawasan ini sejak lama.

“Saya bingung mengapa PSU akan diserahkan ke Pemkab oleh Sentul City, karena menurut saya, pihak developer lah yang lebih tahu seluk beluk daerah sini, apalagi wilayah Sentul City ini kan luas seperti pegunungan,” pungkasnya. [] Fadil

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 2 =

Terpopuler

To Top