Suami Srirahayu, Deriyansah (24) mengetahui kabar istrinya meninggal dari pemilik penggilingan padi tempat dirinya bekerja, Minggu (3/11/2019).

Wanita Pekerja Migran Asal Karawang Meninggal di Malaysia

BOGOR-KITA.com, KARAWANG – Srirahayu (23) warga Dusun Krajan B, Desa Jayakarta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, wanita Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang malang nasibnya, meninggal dunia di Malaysia. Sempat viral di sosial media, namun sampai dengan saat ini penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti.

Suami Srirahayu, Deriyansah (24) mengatakan dirinya mengetahui kabar istrinya meninggal dunia dari pemilik penggilingan padi tempat dirinya bekerja, informasi itu didapatnya pada hari Minggu 3 November 2019 lalu, setelah waktu Dzjuhur. Ia pun mengatakan bahwa istrinya tersebut telah bekerja di negeri jiran tersebut selama 1,5 tahun.

“Saya tahu istri saya meninggal dunia itu dikasih tahu bos saya, bos saya mendapat berita itu dari media sosial (facebook,)” jelasnya kepada BOGOR-KITA.com, Senin (4/11/2019).

Setelah mendengar kabar duka sang istri, Deri sapaan akrab Deriyansah, langsung tak berdaya dan tak percaya menerima kenyataan, sebab dirinya tak menyangka bahwa sang istri akan meninggalkannya lebih dulu. Deri menjalankan hubungan pernikahan dengan Sri panggilan Srirahayu sejak tahun 2014, sampai akhirnya Deri dan Sri dikaruniai seorang anak perempuan yang saat ini telah berusia lima tahun. Komunikasi terakhir yang dijalankan Deri dan Sri melalui handphone pada hari Sabtu 2 November 2019 lalu.

“Saya komunikasi setiap hari, waktu Minggu pagi saya chat tapi gak dibales,” katanya.

Sampai dengan saat ini, belum ada keterangan pasti terkait waktu dan penyebab kematian Srirahayu, walaupun begitu ia telah menerima kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dunia, pasalnya sponsor yang mengurus keberangkatan Ibu yang memiliki satu anak itu pun sudah mendatangi rumahnya dan sedang mengurus proses pemulangan jenazah Srirahayu.

“Saya berharap jenazah istri saya bisa segera dibawa pulang ke rumah,” ujarnya

Sudah tiga hari kebelakang, lanjut Deri, dirinya tak enak badan alias tak seperti biasanya, tapi bukan karena sakit, melainkan perasaannya yang tak karuan. Pihaknya mengaku tak menduga sama sekali akan terjadi musibah yang akan menimpanya itu.

“Sudah tiga hari ini perasaan saya gak enak, sebelumnya saya gak pernah seperti itu, ternyata saya mendapat kabar istri telah meninggal dunia,” katanya dengan sedih.

Sebagaimana harapan keluarga duka yang menginginkan jenazah Srirahayu untuk disemayamkan di kampung halaman, Camat Jayakerta, Budiman Achmad, tengah berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak terkait yang ada di Pemerintahan Daerah Karawang. Dia juga, tadi telah mengirimkan perwakilan dalam hal ini Kasi Kesejahteraan Sosial untuk mendatangi rumah duka.

“Secara formal nanti kita tempuh ke dinas terkait terutama dinas ketenagakerjaan untuk memfasilitasi pemulangan jenazahnya,” kata Budiman, Selasa (5/11/2019) usai rapat mungkin kecamatan di aula Desa Kampungsawah.

Menurut informasi yang dihimpun BOGOR-KITA.com, pihak Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Disnakertrans dan Pemerintah Kecamatan Jayakerta telah mengupayakan kepulangan jenazah Sri yang diharapkan jenazah sampai di kediaman keluarga esok hari, 6 November 2019 dan diperkirakan sekitar pukul 1.00 WIB. [] Iskandar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *