Ilustrasi

Vaksin Covid-19 Hasil Uji Coba Pfizer, Picu Kadar Antibodi Sampai Tiga Kali Lipat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Vaksin coronavirus eksperimental yang tengah diuji coba oleh Pfizer Inc dan mitranya dari Jerman BioNTech menunjukkan hasil awal yang menggembirakan. Vaksin tersebut mampu memicu kadar antibodi manusia sampai tiga kali lipat.

Hasil uji coba itu diumumkan pihak Pfizer oleh laman medRxiv.org, Rabu (1/7/2020). Pada riset uji coba ini dilakukan kepada 45 orang yang menerima dosis vaksin rendah, sedang atau tinggi dalam dua suntikan atau plasebo.

Menurut hasil uji coba itu, relawan yang diberikan baik dosis rendah atau sedang, memiliki respon imun dalam kisaran yang diharapkan untuk menjadi pelindung terhadap serangan Covid-19.

“Kami masih memiliki uji coba yang lain untuk kandidat vaksin yang berbeda,” ungkap Philip Dormitzer yang menjadi kepala petugas ilmiah untuk vaksin virus di laboratorium penelitian Pfizer.

“Namun, apa yang dapat kita katakan pada titik ini adalah ada kandidat yang layak berdasarkan pada imunogenisitas dan data keselamatan yang dapat ditoleransi lebih awal,” tambah Philip.

Kandidat vaksin dari Pfizer dan Biotech menggunakan bagian dari kode genetik patogen untuk membuat tubuh mengenali virus corona dan menyerang jika seseorang terinfeksi.

Untuk penelitian ini, tiga kelompok dari 12 menerima dosis 10 mikrogram, 30 mikrogram, atau 100 mikrogram. Sembilan orang diberi plasebo.

Suntikan dosis tertinggi menyebabkan demam pada sekitar setengah dari kelompok, sehingga suntikan kedua tidak diberikan.

Tiga minggu kemudian, peserta diberi dosis kedua. Setelah itu, 8,3 persen dari kelompok 10-mikrogram dan 75 persen dari 30-mikrogram melaporkan demam.

Namun, efek samping ini tidak mengakibatkan rawat inap, juga tidak dianggap mengancam jiwa dan diselesaikan setelah sekitar satu hari.

Imunisasi yang dihasilkan tidak hanya antibodi terhadap virus, tetapi secara khusus menetralkan antibodi yang berarti mereka menghentikan virus dari menginfeksi sel manusia.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat antibodi penawar antara 1,8 dan 2,8 kali lebih besar daripada yang terlihat pada pasien yang pulih.

Relawan yang menerima satu dosis 100 mikrogram memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah daripada mereka yang diberi dua suntikan dosis rendah atau sedang.

Sejauh ini Pfizer belum menentukan apan vaksin Covis-19 penemuannya akan diperbanyak dan dipasarkan secara umum. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *