Umat Katolik Semplak saat membagi Takjil untuk Pengguna Jalan

Tunjukkan Toleransi, Umat Katolik Semplak Bagi Takjil untuk Pengguna Jalan

BOGOR-KITA.com – Puluhan umat Katolik yang tergabung dalam Lingkungan Keluarga Kudus Paroki St. Ignatius Loyola Semplak Bogor mengadakan pembagian takjil bagi warga masyarakat di sekitar perempatan lampu merah Salabenda Kemang Bogor, Minggu (19/5/2019). Sebagaimana puasa-puasa sebelumnya,  kegiatan rutin setiap bulan puasa ini dilaksanakan dengan menyasar para pejalan kaki, sopir angkot, pedagang asongan, pengamen, sopir angkot dan anak jalanan.

Ditemui di pinggir jalan raya Semplak, Gregg Djako, Ketua Lingkungan Keluarga Kudus mengatakan pembagian takjil ini wujud dari perhatian umat Katolik terhadap saudara-saudara Muslim nya yang sedang menjakankan ibadah puasa. “Kami hanya memberikan sedikit dari yang kami miliki, kami berbagi dalam keterbatasan kami,” jelas Gregg.

Lingkungan Keluarga Kudus menurut Gregg yang juga Ketua Seksi Keadilan dan Perdamaian Paroki St.Ignatius Loyola ini selalu menyasar kegiatan lingkungan pada hubungan antar manusia tanpa membedakan suku,agama dan ras. Problem suku dan agama menurut Gregg selalu menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan, apalagi gerakan toleransi sudah berhadapan langsung dengan kelompok masyarakat yang intoleran terhadap perbedaan. “Kami memandang perlu digalakan aktivitas berbagi takjil sepert ini, dengan menyasar kelompok-kelompok marjinal yang terpinggirkan, karena Yesus justru hadir di tengah kaum marjinal ini dan bukan di bangunan mewah gereja,” tegas Gregg.

Pernyataan Gregg diamini oleh inisiator acara ini Petrus Dinar Subagyo, menurut Dinar bagi takjil sudah menjadi rutinitas umat Lingkungan Keluarga Kudus. Kami minoritas di tengah mayoritas yang sedang menjalankan ibadah puasa,  mendukung saudara kami yang sedang menjalankan ibadah puasa perlu lahir di tengah umat-umat beragama yang berbeda dalam keragaman agar masing-masing dapat menjalankan perannya bagi tumbuhnya gerakan toleransi umat beragama khususnya di wilayah Kemang dan Bogor ini.

“Kami akan berupaya untuk rutin melakukan kegiatan serupa seperti bagi takjil ini, karena agama bukan perbedaan untuk saling menjauhkan tapi agama adalah sarana yang merekatkan perbedaan menjadi persaudaraan,” jelas Dinar.

Acara bagi takjil ini diakhiri dengan buka puasa bersama dengan satpam, tukang parkir dan tukang bersih gereja Katolik St.Ignatius Loyola Semplak yang beragama Islam di pelataran gereja. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *