Siapkan SDM Lokal Siap Kerja, Desa Kopo Gandeng PHRI Gelar Pelatihan Perhotelan
BOGOR-KITA.com, CISARUA – Pemerintah Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, bekerja sama dengan Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menggelar pelatihan perhotelan di Hotel Green Peak–Artotel Cisarua, Selasa (27/1/2026).
Pelatihan perhotelan tersebut diikuti ratusan warga Desa Kopo yang berada pada usia produktif.
Kepala Desa Kopo, Wiwin, mengatakan pelatihan perhotelan bagi warganya ini merupakan upaya pemerintah desa dalam membentuk dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang perhotelan.
“Kita berada di kawasan wisata. Hotel, restoran, dan tempat wisata menjadi peluang kerja yang ada di sekitar kita. Karena itu, warga perlu memiliki pengetahuan dasar tentang perhotelan agar ketika ingin bekerja di sektor ini sudah siap,” ujar Wiwin.
Ia menjelaskan, pelatihan ini diikuti ratusan warga Desa Kopo yang berasal dari 47 RT. Setiap RT mengirimkan dua orang peserta.
“Satu RT dua orang yang ikut pelatihan perhotelan ini,” ucapnya.
Wiwin mengungkapkan, peserta yang mengikuti pelatihan saat ini merupakan hasil seleksi dari lebih dari 130 pendaftar.
“Awalnya yang ingin ikut banyak, namun karena kuota terbatas, maka hanya dua orang per RT yang kami terima,” ungkapnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pelatihan perhotelan ini sangat baik. Oleh karena itu, kegiatan serupa direncanakan akan kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya.
Para peserta pelatihan rata-rata berusia produktif, yakni antara 17 hingga 25 tahun.
Ia berharap, peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi SDM yang mumpuni, sehingga ketika ada peluang kerja di sektor perhotelan, warga Desa Kopo sudah siap bekerja.
“Kami juga akan lebih percaya diri ketika ada hotel baru yang membutuhkan pegawai. Warga kami sudah siap kerja sesuai keahliannya,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Cisarua Heri Risnandar menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan perhotelan yang diinisiasi Pemerintah Desa Kopo sangat tepat, mengingat Desa Kopo merupakan kawasan wisata dengan banyak hotel yang berdiri di wilayah tersebut.
“Kalau warganya tidak memiliki keahlian perhotelan, sayang sekali, karena potensi kerja di sini sebagian besar berasal dari sektor perhotelan,” kata Heri.
Ia juga mendorong agar kegiatan pelatihan perhotelan dapat dilaksanakan di setiap desa dengan menggandeng PHRI.
Di tempat yang sama, Ketua PHRI Kabupaten Bogor Juju Djunaedi menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan pelatihan perhotelan yang digelar desa-desa di kawasan Puncak.
Menurutnya, pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi muda yang profesional, khususnya di bidang perhotelan.
“Di sekeliling kita banyak hotel. Kalau warganya tidak dibekali pendidikan perhotelan, kan sayang,” tandasnya. [] Danu
