Bupati Bogor Ade Yasin didampingi Wakil Bupati Iwan Setiawan, dan Plt Kadiskominfo Kardenal menggelar jumpa pers refleksi akhir tahun, di Pendopo Bupati, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (30/12/2019) malam.

Setahun Ade Yasin: Paling Senang Ketika Bertemu Masyarakat

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Setahun sudah Ade Yasin dan Iwan Setiawan memimpin Kabupaten Bogor sebagai bupati dan wakil bupati.

Dalam jumpa pers akhir tahun di Pendopo Bupati, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (30/12/2019), Ade Yasin dan Iwan Setiawan didampingi Plt kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kardenal, memaparkan capaian selama setahun kepemimpinannya.

Dari data-data dan visual yang ditampilkan selama lebih satu jam oleh Ade Yasin, tampak sejumlah peningkatan.

“Selama tahun 2019, kita berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 7,14 persen tahun 2018 menjadi 6,66 persen di tahun 2019,” kata Ade Yasin.

Selama tahun 2019, Pemkab Bogor juga berhasil menurunkan angka pengangguran dari 9,75 persen tahun 2018 menjadi 9,06 persen di tahun 2019.

Tingkat partisipasi angkatan kerja juga meningkat dari 62,71% tahun 2018 menjadi 65,42% tahun 2019.

Selama tahun 2019 Pemkab Bogor juga berhasil meningkatkan PDRB atas dasar harga berlaku dari Rp220,33 triliun tahun 2018 menjadi Rp240,45 triliun tahun 2019. Demikian juga  nilai tukar petani meningkat dari 103,18 tahun 2018 menjadi 104,34 tahun 2019

Kemudian Angka Ketergantungan (Dependency Ratio) meningkat dari 49,14% tahun 2018 menjadi 48,96% tahun 2019. Sementara laju pertumbuhan penduduk menurun dari 2,20% tahun 2018 menjadi 2,13% tahun 2019.

Pada tahun 2019, Pemkab  Bogor menerima sejumlah penghargaan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Usai jumpa pers akhir tahun, Ade Yasin berkenaan menjawab BOGOR-KITA.com. Ditanya apa yang paling mengesankan selama setahun memimpin Kabupaten Bogor?

“Paling senang ketika saya bertemu masyarakat, karena pencapaian terakhir seorang pemimpin adalah ketika dicintai masyarakat,” kata Ade Yasin.

Ditanya lagi hal yang tidak menyenangkan?

Kabupaten Bogor luas. Kadang sehari ada 60 surat, pas lihat surat numpuk di meja harus diselesaikan lembur. Tapi saya ikhlas,” katanya singkat. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *