Kota Bogor

Sepeda Listrik di Kota Bogor Ada yang Dirusak

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto akan mengevaluasi kembali sepeda listrik PT Beam Mobility soal safety atau keamanannya.

Sebelumnya Bima telah mengevaluasi perihal parkir yang mengganggu trotoar dan diklaim ada perbaikan namun masih saja ada parkir sembarangan yang mengganggu fasilitas publik.

Teranyar, beredar video yang menampilkan pengguna sepeda listrik di Kota Bogor melintas di jalan raya khusus kendaraan umum. Polisi menyebutkan penggunaan sepeda listrik di jalan raya sangat membahayakan dan menyalahi aturan.

“Beam Mobility saya melihat ada langkah-langkah untuk mengevaluasi, mengatur penempatan parkir dan kemudian tim khusus penempatan parkir. Dan kedepan yang akan diawasi terkait safety-nya,” ucap Bima pada Minggu (18/12/2022).

Baca juga  Langgar Aturan, Puluhan Sepeda Listrik di Kota Bogor Disita Polisi  

Bima berpesan, pengguna sepeda listrik jangan sampai ada yang tidak pakai helm, sebab pengendara sepeda listrik jiga tidak memakai helm rawan kecelakaan.

“Termasuk kami inventarisir sepeda yang dirusak, karena ada satu dua laporan yang masuk. Kami evaluasi semua,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan penggunaan sepeda listrik di jalan raya sangat membahayakan dan menyalahi aturan.

“Yang pertama kita lihat dari aturan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020, di sana ada pasal yang menjelaskan terkait moda transportasi tertentu. Nah moda transportasi jenis tertentu ini di bawahnya adalah sepeda listrik dan scooter listrik,” ungkap Galih.

“Saya melihat bahwa ketika seseorang ataupun pengguna sepeda listrik itu melintas di jalan raya (bukan di jalur khusus) tentu dia sudah tidak sesuai dengan ketentuan. Karena selain membahayakan dirinya, dia juga membahayakan orang lain,” tambahnya.

Baca juga  Disewakan, 665 Unit Sepeda Listrik Untuk Jalan-jalan di Pusat Kota Bogor

Dengan demikian, Galih mempertanyakan, sejauh mana pengawasan pihak pengelola sepeda listrik di Kota Bogor terhadap para penggunanya. Sebab, menurutnya, sudah banyak keluhan dari masyarakat. Sekarang yang masalahnya adalah, sejauh mana pengawasan dari pihak yang mempunyai kendaraan listrik itu.

“Kan itu sifatnya bisnis, profit oriented, penyewaan. Sekarang sejauh mana pengawasannya, kalau kita melihat aturan permenhub, itu (pesepeda melintas di jalan raya) sudah menyalahi aturan,” katanya.

Galih mengkritisi jalur sepeda listrik yang disediakan Pemkot Bogor yang menyatu dengan jalur pedestrian di sepanjang lingkar Kebun Raya Bogor (KRB) dan Istana Bogor. Sebab, tidak semua jalur sepeda listrik tersedia di jalur pedestrian.

“Sementara salah satunya juga kalau dia (pesepeda listrik) melintas di trotoar, di dalam permenhub juga dibilang bahwa jangan sampai mengganggu pejalan kaki di trotoar. Harus ada ada jalur khusus. Kalaupun tidak ada jalur khusus itu bisa di trotoar yang lebar. Kami lihat pada sisi-sisi di trotoar di seputaran SSA kan kecil kan, terlebih sekitar Jembatan Otista itu tidak ada trotoar, makanya dia ambil jalan raya,” pungkasnya. [] Ricky

Baca juga  Korem 061 Suryakancana Gelar Rakor Pengamanan Tamu Negara
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top