Kab. Bogor

Sektor Industri Sumbang 57,62 Persen PDRB Kabupaten Bogor

Ade Munawaroh dan Nurhayanti

BOGOR-KITA.com – Sektor industri menyumbang 57,62 persen bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupataen Bogor. Berdasarkan indikator ekonomi Kabupaten Bogor tahun 2012-2013 yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan menyumbang Rp 63.192.527.950.000 dari total Rp 109.670.735.450.000 PDRB atas harga berlaku menurut lapangan usaha.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, saat menjadi narasumber dalam temu bisnis yang digelar oleh Badan Perizinan Terpadu (BPT) di Hotel Lor In dalam upaya koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha, Selasa (18/11).

“Yang terbesar menyumbang PDRB kita memang industri, disusul sektor tersier perdagangan, hotel dan restoran sekitar 20,67 persen. Kalau sektor pertanian menyumbang sekitar 4,1 persen,” kata Syarifah, sapaan akrabnya.

Dilanjutkannya, pemerintah daerah Kabupaten Bogor sangat terbuka dengan kehadiran para investor dan hal tersebut diwujudkan dalam penciri Kabupaten Bogor termaju yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.

Baca juga  Kodim 0621/Kabupaten Bogor Wakili Kodim se-Kodam Jaya Lomba Bina Teritorial Tingkat Nasional

“Tentunya berbagai kebijakan dibuat untuk memudahkan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Bogor, diantaranya pelayanan perizinan satu pintu dengan pelimpahan wewenang pengurusan izin ke BPT. Dalam penciri juga pemerintah fokus pada pengembangan infrastruktur untuk membuka akses ke berbagai wilayah,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Nurhayanti dalam sambutannya menegaskan,iklim investasi yang kondusif harus tercipta dalam mendukung visi Kabupaten Bogor termaju di Indonesia.

Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan, pemerintah sendiri tengah membangun sejumlah sarana/prasarana dan kelengkapan yang bisa dimanfaatkan pengusaha. Diantaranya, menuntaskan pembangunan Stadion Pakansari dengan kapasitas 30 ribu penonton pada 2016 mendatang, membangun Cibinong sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), dan, tidak adanya lagi daerah terisolir.

Ia menjelaskan, pengusaha memberikan kontribusi yang baik pada PDRB. Bahkan per triwulan ke-3 tahun 2014, total investasi di Kabupaten Bogor mencapai Rp 9,86 triliun. Dan hal tersebut menjadikan Kabupaten Bogor menduduki peringkat ke-5 tertinggi di Jawa Barat.

Sejalan dengannya, Kepala Pelaksana tugas (Plt) BPT Kabupaten Bogor, Burhanudin berharap diskusi yang dilakukan dengan para pelaku dunia usaha bisa berdampak luas pada peningkatan penanaman modal serta peningkatan ekonomi dalam berbagai sektor dan pada akhirnya mensejahterakan masyarakat.

Baca juga  Ade Yasin Didaulat Launching Pemain Persikabo 1973

“Pemerintah juga mengambil langkah lain untuk pengembangan dunia usaha, dari sisi regulasi, pelayanan perizinan yang cepat dan ramah. Semaksimal mungkin terus menerus dilakukan evaluasi sehingga semakin banyak investor yang berdatangan ke Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga di berikan penghargaan kepada perusahaan terbaik perizinan antara lain PT Kerami Indonesia Asosiasi, PT Indokarlo Perkasa,  PT KIA Serpih Mas, PT Nittoh Presisi Indonesia, Pt Arezda Purnama Loka, PT Sari Seg, Brischor Horizon, serta PT Keith Harris Robert. [] Harian PAKAR/Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 4 = 7

Terpopuler

To Top