Sekda Adang Suptandar: Semua PNS akan Dites Urine

Adang Suptandar

BOGOR-KITA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyusun rencana untuk menggelar tes urine bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di Bumi Tegar Beriman bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Bogor.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar, aparatur yang bekerja di pemerintahan, sudah selayaknya bebas dari obat-obatan terlarang.

“Tes urine sebenarnya sudah dilakukan setiap tahun. Tetapi memang jumlahnya tidak banyak. Tidak mungkin juga kita lakukan sekaligus semua. Tapi kita sudah minta BKPP (Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan-Red.) untuk menyusun perencanaan,” terangnya.

Direncanakan, tes urine akan dilakukan tahun ini dan tahun depan. “Tapi waktunya tidak bisa dibuka sekarang. Kalau dibuka namanya bukan tes lagi dong. Sudah ketahuan duluan,” sambung Adang yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tersebut.

Dijelaskannya, aparat pemerintahan harus bisa menjadi panutan bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya selalu memberikan sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Ditambah lagi dengan olahraga pagi pada hari Jum’at setiap minggunya.

“Kita punya program olahraga setiap Jum’at. Sebelum melaksanakan aktivitas, pegawai pemda melakukan senam, jalan pagi atau sepeda sehingga mereka tetap bugar. Olahraga itu kegiatan positif yang bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengalihkan keinginan dari penggunaan obat terlarang. Lebih bermanfaat bagi tubuh,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setia Budhi mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang merencanakan tes urine bagi para CPNS. Menurutnya, komitmen bersih dari penggunaan barang-barang haram tersebut harus dibangun dalam upaya mendukung visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Bogor masa jabatan 2013-2018 untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia.

“Kita bersama pemerintah daerah sebenarnya sudah punya komitmen itu,” ujar Budhi, sapaan akrabnya.

Masih kata dia, tahun 2014 sebagai tahun Pencanangan Penyelamatan Pengguna dan Pecandu Narkoba yang mengedepankan rehabilitasi.

“Sebenarnya para pengguna maupun pecandu ini bukan untuk kita jauhi dan menjadi aib. Kita lebih humanis dalam penanganan mereka. Mereka harus dipulihkan karena memenjarakan mereka bukan solusi. Rehab itu lebih baik dari penjara,” tandasnya. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *