Bupati Bogor Ade Yasin

Sayangi Keluargamu

Oleh: Ade Yasin
(Bupati Bogor, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Mulai Rabu 29 April 2020 kemarin, Kabupaten Bogor bersama empat daerah di Bodebek sudah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, tahap yang kedua sampai 14 hari ke depan.

Saya sangat berharap, pada PSBB tahap kedua ini, kita dapat menguatkan semangat kebersamaan, semakin bersatu padu melawan corona agar tidak ada lagi warga Kabupaten Bogor yang tertular, tidak ada lagi kisah pilu seperti dua keluarga di Cileungsi yang tertular corona.

Kita harus melambungkan optimisme, karena pada PSBB tahap pertama kita bisa menurunkan tren penularan. Keberhasilan ini menjadi landasan untuk terus menurunkan tren penularan, agar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tidak ada lagi yang tertular.

Sejumlah universitas di dalam negeri mengatakan bahwa pendemi corona di Indonesia akan berakhir pada Juni 2020. Prediksi terbaru datang dari Singapore University of Technology and Design (SUTD). Para peneliti di STUD itu mengatakan, pada 4 Juni 2020, Indonesia diprediksi menyelesaikan 97 persen kasus Covid-19, dan pada 20 Juni 2020, Indonesia menyelesaikan 99 persen kasus Covid-19. Penelitian tersebut memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan selesai 100 persen pada 28 Agustus 2020.

Baca juga  Panti Pijat Diduga Plus Plus Banyak Beroperasi di Cileungsi

Dari Inggris dan China juga muncul khabar sudah ditemukan vaksin dan corona yang sudah diujicobakan ke kera dan berhasil.

Kita bersyukur dengan aneka prediksi dan informasi ditemukannya vaksin atau obat tersebut.

Tetapi saya ingin mengingatkan, bahwa prediksi dan informasi temuan obat atau vaksin itu, jangan sampai membuat lengah, apalagi menganggap enteng dan mengabaikan bahaya corona, lalu tidak lagi menjaga jarak aman antara satu orang dengan orang yang lain, tidak lagi mencuci tangan, tidak lagi memakai masker, tidak lagi diam rumah, tidak lagi menjaga imunitas tubuh.

Saya perlu mengingatkan ini, karena sampai saat ini, hal-hal itulah yang menjadi pegangan sekaligus yang menyelematkan kita dari tertular corona.

Saya terus menerus mencermati fenomena corona ini. Saya melihat begitu banyak data. Salah satu yang menggugah saya adalah data tentang siapa saja yang tertular corona.

Berdasarkan data yang dipublikasi secara resmi oleh pemerintah pusat melalui situs resminya, tampak bahwa, orang yang paling banyak tertular corona adalah orang yang berada pada kelompok usia antara 30 sampai 49 tahun dan kelompok usia antara 50-69 tahun.

Baca juga  UNBK SMK, Ade Yasin : Jangan Lupa Berdoa

Sampai Senin, 27 April 2020, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif corona mencapai 9.096 orang.

Dari jumlah itu sebanyak 38,69 persen adalah kelompok usia antara 30 sampai 49 tahun tadi. Sebanyak 36,25 persen lagi adalah warga dalam kelompk usia antara 50-69 tahun.

Kelompok usia 0 – 9 tahun yang tertular corona hanya 1,53 persen. Kelompok usia 10 sampai 29 tahun yang tertular hanya 17,69 persen. Kelompok usia 70 atau lebih hanya 5,85 persen.

Kesimpulannya adalah bahwa, masyarakat yang paling banyak tertular corona adalah kelompok usia antara 30-49 tahun dan kelompok usia antara 50 sampai 69 tahun. Keduanya mencapai 74,94 persen dari seluruh pasien corona yang mencapai 9.096 orang tadi.

Data ini menjadi bahan refleksi. Karena kelompok usia antara 30 sampai 49 tahun dan kelompok usia antara 50 sampai 69 tahun adalah orang-orang dalam usia produktif. Mereka adalah ayah, mereka adalah kepala keluarga, mereka adalah orang yang pada umumnya masih menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Baca juga  Tangkap Aktivis Lingkungan, LBH KBR Gugat Praperadilan Polres Bogor

Bagaimana kalau ayah sekaligus tulang punggung ekonomi dalam keluarga terkena corona? Bukan hanya masalah ekonomi yang timbul, tetapi risiko penularan terhadap keluarga yang lain yang ada di rumah juga terancam.

Karena itu, saya merasa sangat penting untuk mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, agar pada pelaksanaan PSBB tahap kedua ini, sama-sama meningkatkan disiplin, meningkatkan kepatuhan kepada protokol kesehatan. Ingatkan tulang punggung keluarga agar jangan sampai tertular corona.

Situasinya memang sulit dan dirasakan semua pihak. Dalam hal ini, saya ingin mengetuk pintu hati semua pihak untuk saling meningkatkan semangat gotong-royong, meningkatkan semangat solidaritas, saling memberi, saling membantu, saling melirik tetangga jangan sampai ada yang kelaparan. Bersama kita bisa mengalahkan corona. Insya Allah []



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *