Kota Bogor

RS Lapangan Kota Bogor Hanya Melayani Pasien Gejala Ringan, 11 Dokter Siap 24 Jam

rs lapangan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah resmi mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Lapangan di Gedung Wisma Atlet, kawasan GOR Pajajaran, Kota Bogor, Senin (18/1/2021).

Rumah sakit yang dibangun hanya dalam dua minggu ini ditetapkan hanya merawat pasien covid-19 dengan gejala ringan.

Kepala RS Lapangan Kota Bogor dr.Yeti Hariyati mengatakan, untuk mengetahui gejala ringan itu, RS Lapangan ini sudah mempersiapkan alat Early Warning Score System (EWSS) yang dapat melihat tekanan darah, laju nafas, saturasi oksigen, dan tingkat kesadaran, di mana dalam satu langkah bisa melihat pasien masuk kriteria mana, berat atau ringan.

RS Lapangan yang dikelola oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor ini, menurut dr Yety hanya merawat pasien covid-19 yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab PCR.

Baca juga  Resmikan Gerai Super Indo, Bima: Investor Harus Ikut Dalam Mimpi Besar Kota Bogor

“Atau pasien dari wilayah atau dari rumah sakit lain yang kapasistas tempat tidurnya sudah tidak mencukupi,” katanya.

Terkait pasien positif yang ingin dirawat, kata dr.Yeti Hariyati, harus membawa rujukan baik dari rumah sakit maupun puskesmas.

RS Lapangan ini memiliki total 64 tempat tidur. Rinciannya 56 tempat tidur di lantai dua dan lantai tiga. Sementara 8 tempat tidur lainnya berada di UGD.

Lantai dua untuk perawatan wanita dan lantai tiga untuk perawatan laki laki.

Pelayanan terhadap pasien sesuai standar pelayanan covid-19 Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita memiliki fasilitas kesehatan, pertama ada pelayanan dokter spesialis akan divisit oleh dokter spesialis paru dan dokter spesialis penyakit dalam. Kita memiliki 11 dokter umum yang siap berjaga 24 jam. Kita memiliki target 60 perawat, tapi baru tercukupi 44 perawat,” jelasnya.

Baca juga  Hadir di Kota Bogor, Sekolah Dian Harapan Sowan Ke Wali Kota

Selain itu, lanjut Yeti, sistem isolasi RS Lapangan juga hampir sama standarnya dengan RSUD Kota Bogor dengan menggunakan sistem isolasi bertekanan negatif sudah terukur dengan Ach12 dan sistem untuk tekanan negatifnya magnet helix-nya sesuai dua setengah kilo paskal.

“Kemudian untuk pelayanan lain berupa gizi laboratorium kita bekerja sama dengan Labkesda Bogor dan RSUD Kota Bogor beserta rongent mobile yang bisa dilaksanakan di sini,” ungkapnya.

Ia menerangkan, untuk tahap perawatan per pasien sekitar 7-10 hari dengan dilakukan PCR swab ulangan. Karena pasien di sini kriterianya hijau atau gejala ringan ataupun kuning dengan kriteria sedang.

“Apabila mengalami perburukan sesuai pemantauan, maka pasien akan dikirim ke ruang intermediet di bawah untuk selanjutnya dirujuk ke RSUD Kota Bogor ataupun ke RS jenjang yang lebih tinggi. Kita sudah menyiapkan sistemnya di mana RSUD Kota Bogor sudah mengalokasikan ICU satu bed untuk laki-laki dan satu bed untuk wanita khusus yang berasal dari rumah sakit lapangan ini,” tutupnya. [] Ricky

Baca juga  Rp768 Miliar Bangun GOR Pajajaran, Luar Biasa Tidak Masuk Akal

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top