Posko Siaga Bencana Botim Siap Bersihkan Longsor Pagi ini

Ilustrasi

BOGOR-KITA.com – Posko Siaga Bencana Bogor Timur bergerak bersama dengan Muspika, kelurahan, RW 3, RT, Komunitas Rapi, Tagana dan masyarakat untuk membersihkan timbunan longsor yang menutupi selokan di Lapangan Riau, Selasa (17/11/2015) pagi. Hal ini disampaikan Pelaksana Harian BPBD, Ganjar Gunawan, di sela-sela persiapan aksi bersih bersih.

Kegiatan akan dimulai pada pukul 07.00 pagi dan direncanakan  Sekdakot Bogor, Ade Sarip Hidayat akan turun neninjau.  "Timbunan longsor tersebut prioritas ditangani karena sampai saat ini air selokan telah mampet dan akibatnya merobohkan tembok masuk ke dalam rumah salah satu warga, yaitu Hadi," jelas Ganjar.

Saat ini, sambungnya, rumah tersebut telah menjadi aliran alternatif air selokan tersebut untuk mengakses ke sungai Ciliwung. "Kalau tidak ditangani segera ketika hujan deras akan banjir dan sangat membahayakan karena bisa terjadi banjir dan longsor di tempat lainnya," bebernya.

Posko Siaga Penanggulangan Bencana sudah terbentuk di setiap kecamatan,  Pemerintah Kota Bogor melakukan rapat koordinasi terbatas, pada Senin (16/11/2015) sore,  yang dipimpin langsung Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat yang dihadiri OPD terkait seperti Dinkes, BPBD, Disnakersos, BPKAD, DKP, Bagian Pemerintahan, seluruh Camat dan RSUD. Rakor ini, kata Ade untuk mengkoordinasikan gerak sinergis pasca terbentuknya Posko Siaga Bencana sebagaimana instruksi walikota.

Menurut Ade, hasil rakor ini menjadi pedoman bagi setiap OPD terkait. "Saya menegaskan kembali instruksi Walikota bahwa dengan banyaknya kejadian bencana, agar seluruh OPD tanggap terhadap situasi dan kondisi. Posko siaga bencana yang sudah dibangun di setiap kecamatan agar difungsikan juga sebagai pusat informasi dan kegiatan penanggulangan bencana," terangnya.

Ade pun mengingatkan agar pembuatan dapur umum mengacu pada kriteria sebagaimana ada di Disnakersos.

Selain itu, Ade menyebut, pengajuan dana biaya tidak terduga sesuai aturan akan cair dalam satu hari dengan BPBD sebagai leading sector. "Tentu saja harus didahului dengan SK Walikota dilengkapi rincian kebutuhan dana," jelas Ade.

Pada kesempatan ini, Ade meminta Disbima dan Camat melakukan tindakan taktis atas kejadian bencana di Cibuluh. "Ini penting dilakukan sambil menunggu penanganan bencana oleh BPBD melalui pencairan dana btt. BPBD saya minta agar lebih mengoptimalkan perannya terkait penanganan bencana," tegas Ade.
Terkait korban bencana yang perlu penanganan medis, Ade meminta ditanggulangi melalui Dinkes dan RSUD memfasilitasinya dengan Jamkesda. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *