Kab. Bogor

PKS Dorong KemenPUPR segera Normalisasi Sungai Cidurian Bogor

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Toriq Hidayat
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Toriq Hidayat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Toriq Hidayat dorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera lakukan perbaikan kondisi aliran Sungai Cidurian, Kabupaten Bogor.

“Proses sedimentasi aliran sungai Cidurian menjadi penyebab banjir bandang di Kabupaten Bogor, pada Senin petang lalu (6/9/2021). Saya akan dorong KemenPUPR untuk berkomunikasi dengan dinas setempat. Untuk secepatnya melakukan normalisasi,” kata Politisi PKS ini dilansir dari lama fraksi.pks.id, Senin (20/9/2021).

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang sejumlah rumah warga di Desa Kalongsawah, Kabupaten Bogor pada Senin, 6 September 2021. Banjir yang disebabkan luapan Sungai Cidurian itu juga menghanyutkan jembatan utama yang berada di atas sungai tersebut.

Baca juga  Pilpres 2019, Ade Yasin Tak Ingin Intervensi Pilihan Masyarakat

Toriq menyebut, banjir bandang pada awal September lalu sempat mengakibatkan puluhan santri dan guru sebuah pondok pesantren terisolasi karena jembatan utama yang membentang di atas Sungai Cidurian terbawa arus dan roboh. Serta merusak belasan rumah warga.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Pihak BPBD dan aparat kecamatan setempat telah mengungsikan warga di bantaran Sungai Cidurian. Ke daerah yang lebih aman. Karena khawatir terjadi banjir susulan,” sebutnya.

Bupati Bogor Ade Yasin pada Selasa (7/9/2021) telah meninjau lokasi banjir di Desa Kalongsawah. Ade Yasin yang juga Ketua DPW PPP Jawa Barat pun meminta BPBD bekerjasama dengan BIG melakukan investigasi penyebab terjadinya banjir bandang.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Masih Tinggi 57, Sembuh 50, Meninggal Nihil

BIG pun telah merilis analisis lengkap terjadinya banjir Sungai Cidurian.

Menurut Toriq, hasil investigasi Badan Informasi Geospasial (BIG) harus segera ditindaklanjuti. Adanya Perubahan Aliran aliran pada Sungai Cidurian berpotensi mengakibatkan banjir bandang di empat kecamatan, berulang.

“Balai Sumber Daya Air Kementrian PUPR yang mencakup wilayah Kabupaten Bogor harus secepatnya melakukan normalisasi. Terutama di titik rawan luapan air. Mengingat wilayah bogor sekitarnya memiliki curah hujan yang tinggi,” ucapnya.

Toriq berharap regulasi yang ada juga mendukung pelaksanaan pengerukan dan perbaikan kondisi aliran Sungai Cidurian. Baik dari anggaran dan teknis lainnya. Toriq ingin supaya warga dapat beraktivitas kembali dengan aman dan nyaman. [] Hari

Baca juga  IPB University dan PT. Tani Group Indonesia Kolaborasi Dukung Pertanian
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top